Perang Dagang Dunia Memanas, Harga Emas Kembali Merangkak Naik!

Ilustrasi Emas Batangan
Sumber :
  • viva.co.id

Jakarta, WISATA – Harga emas dunia kembali menunjukkan sinyal kebangkitan. Setelah sempat tergelincir ke level terendah dalam hampir empat minggu, logam mulia yang dikenal sebagai aset safe haven ini kembali mengalami penguatan tipis pada perdagangan Selasa, 8 April 2025. Pemicunya? Kekhawatiran yang makin meningkat terkait perang dagang global yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

img_title Harga Emas Dunia Turun Tipis di Tengah Meredanya Ketegangan Perdagangan Global

Kekacauan yang terjadi di panggung perdagangan internasional mendorong para investor untuk mencari perlindungan di aset yang lebih aman. Dan seperti yang telah berkali-kali terbukti dalam sejarah, emas adalah jawaban paling klasik dan terpercaya saat ketidakpastian mendominasi.

Harga Emas Global Bergerak Naik

img_title Harga Emas Turun Usai Cetak Rekor Baru: Apakah Tren Masih Wajar atau Sudah Overbought?

Dilansir dari The Economic Times, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,3 persen menjadi US$2.990,48 per ons pada pukul 00.32 GMT atau sekitar 07.32 WIB. Ini menjadi pemulihan penting setelah sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh titik terendah sejak 13 Maret 2025.

Tak hanya itu, harga emas berjangka Amerika Serikat juga mencatat lonjakan yang lebih signifikan, naik 1,1 persen ke angka US$3.004,70 per ons. Angka ini memperkuat tren bahwa logam mulia ini tetap menjadi favorit utama dalam kondisi pasar yang bergejolak.

img_title Geger Lapas Cibinong! Ombudsman Temukan “Klaster Mewah”, Bagaimana dengan Sel Ferdy Sambo?

Padahal, beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 3 April 2025, emas bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$3.167,57 per ons, mencerminkan lonjakan permintaan akibat ketegangan geopolitik dan ekonomi global yang terus membara.

Trump Kembali "Menyulut Api" di Panggung Dagang Dunia

Peningkatan harga emas kali ini tidak bisa dilepaskan dari eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, terutama Tiongkok dan Uni Eropa. Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump kembali meluncurkan ancaman dengan menyatakan niatnya untuk menaikkan bea masuk terhadap produk-produk asal Tiongkok.

Tak berhenti di situ, Trump juga menyebut bahwa Uni Eropa akan dikenakan tarif balasan, menyusul kebijakan dagang yang dianggap tidak adil oleh pihak Washington. Meskipun Trump menyatakan bersedia berdiskusi dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Jepang, namun ia secara tegas menyampaikan tidak akan memberikan penangguhan tarif dalam rangka negosiasi.

Halaman Selanjutnya
img_title