Mutiara Hikmah: Sahl al-Tustari – Rahasia Cahaya yang Membimbing Para Pencari Tuhan
- Image Creator Grok/Handoko
Ia berkata:
"Hati adalah rumah bagi cahaya. Jika engkau ingin cahaya itu tetap bersinar, maka bersihkanlah rumah itu dari kotoran dosa dan kelalaian."
Bagi Sahl, dosa adalah penghalang utama bagi cahaya Allah. Hanya dengan memperbanyak dzikir, menahan diri dari hawa nafsu, dan menjaga kesucian jiwa, seseorang dapat merasakan pancaran cahaya ilahi dalam hatinya.
Keistimewaan Dzikir dalam Kehidupan
Sahl al-Tustari sangat menekankan pentingnya dzikir dalam kehidupan seorang Muslim. Ia percaya bahwa dzikir bukan sekadar ucapan di bibir, tetapi sebuah jalan menuju kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
Ia berkata:
"Orang yang hatinya selalu mengingat Allah akan merasakan ketenangan yang tidak bisa ditemukan dalam hal lain di dunia ini."
Menurutnya, dzikir yang paling sederhana tetapi paling kuat adalah dengan selalu merasa dalam pengawasan Allah. Inilah yang ia pelajari sejak kecil, dan ia ajarkan kepada murid-muridnya sebagai cara terbaik untuk menjaga hati tetap bersih dan dekat dengan Tuhan.
Zuhud dan Kesederhanaan dalam Hidup