Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid: Lima Prioritas Strategis Nasional untuk Kecerdasan Buatan
- Komimfo.go.id
Di sektor pemerintahan, AI diharapkan menjadi katalisator dalam reformasi birokrasi. Beberapa instansi pemerintah telah menggunakan AI untuk analisis data besar (big data), yang terbukti mengurangi waktu dan biaya operasional secara signifikan.
Menurut Menteri Meutya, pemerintah berencana meluncurkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Digital pada kuartal pertama 2025. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan lintas kementerian dan lembaga, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan publik.
"Khusus di Kementerian Komunikasi dan Digital, kami telah memanfaatkan AI untuk mendeteksi dan menghapus konten negatif di internet. Ini adalah langkah nyata menuju tata kelola dunia maya yang lebih baik," tambahnya.
Pendidikan Talenta Digital untuk Masa Depan
Pemerintah juga memberikan perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi. Dalam sektor pendidikan, AI digunakan untuk menciptakan metode pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Meutya Hafid menyebutkan bahwa salah satu pendekatan yang diterapkan adalah "self-paced learning," di mana peserta didik dapat belajar sesuai ritme masing-masing melalui platform digital. Selain itu, metode ini memungkinkan pelatihan keterampilan mikro (micro skills), seperti coding dan data analysis, yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja modern.
"Talenta digital adalah tulang punggung pengembangan AI di Indonesia. Kami yakin ITB dan institusi lainnya akan menjadi pelopor dalam mencetak ahli-ahli teknologi masa depan," katanya.