Waspada! Kesalahan Umum yang Membuat Data di Cloud Mudah Dihack
- Image Creator/Handoko
4. Salah Penggunaan Layanan Backup
Layanan backup cloud adalah solusi untuk melindungi data dari kehilangan akibat serangan ransomware atau kegagalan sistem. Namun, kesalahan dalam konfigurasi backup atau tidak melakukan backup secara teratur bisa menjadi bencana. Data yang tidak ter-backup atau hanya disimpan di satu lokasi cloud menjadi rentan terhadap kerusakan atau serangan.
Pastikan perusahaan memiliki rencana backup yang solid, termasuk menyimpan salinan data di beberapa lokasi terpisah dan menguji proses pemulihan secara berkala.
5. Tidak Menyadari Akses Tak Dikenal
Serangan siber sering kali dimulai dengan akses yang tidak dikenali oleh pemilik akun. Perusahaan harus memantau aktivitas di cloud mereka secara real-time dan segera merespons jika ada akses yang mencurigakan. Penggunaan alat monitoring dan log audit yang teratur akan membantu mengidentifikasi aktivitas aneh sebelum menjadi masalah serius.
Bagaimana Melindungi Data Cloud dari Serangan?
Melindungi data di cloud tidak hanya tanggung jawab penyedia layanan cloud, tetapi juga tanggung jawab pengguna. Langkah-langkah yang bisa diambil meliputi:
- Konfigurasi akses yang ketat, hanya memberi izin kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
- Mengaktifkan MFA untuk semua akun cloud.
- Memperbarui sistem keamanan dan patch secara rutin.
- Menggunakan backup yang teratur dan diuji.
- Memantau aktivitas akun untuk mendeteksi akses tidak sah.
Dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan umum ini, perusahaan dapat memperkuat keamanan cloud mereka dan menghindari menjadi korban serangan siber.