KAGAMA BEKSAN Jabodetabek Siapkan Tarian Terbaik untuk Nitilaku, Dies Natalis UGM ke-74
- FB: Nitilaku UGM
Jakarta, WISATA – Kagama Beksan Jabodetabek mulai bersiap untuk tampil pada acara Nitilaku, Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-74 pada Sabtu-Minggu,16-17 Desember 2023 di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta.
Bagi Kagama Beksan Jabodetabek, seolah memang tak ada waktu untuk rehat, meski sejenak.
Setelah Kagama Beksan Jabodetabek berkolaborasi apik dengan eSPe Studio sukses tampil dalam menyemarakkan acara Panggung Nusantara pada Pameran Jalur Rempah di Jakarta hari Minggu (10/12/2023) lalu, kini Kagama Beksan Jabodetabek langsung bersiap untuk tampil dalam acara Dies Natalis UGM ke-74.
Nitilaku UGM 2023:
- FB: Nitilaku UGM
Hal itu karena komitmen Kagama Beksan Jabodetabek untuk terus berkarya melestarikan budaya Nusantara.
Menurut koordinator tim Kagama Beksan Jabodetabek untuk perhelatan ini, Shinta Rhizanti Binol, Kagama Beksan Jabodetabek akan menampilkan dua tarian.
"Kagama Beksan Jabodetabek bakal membawakan dua buah tarian untuk acara Dies Natalis UGM ke-74, yaitu tari Jejer Jaran Dawuk dan tari Reog Kendang" ujar Shinta.
Shinta Rizanti Binol
- Christiyanto
Kagama Beksan Jabodetabek Berlatih Tari Jejer Jaran Dawuk
- Shinta Rhizanti Binol
Shinta menambahkan tari Jejer Jaran Dawuk merupakan tarian khas Banyuwangi karya Sumitro Hadi (alm.).
"Tarian ini, dahulu ditampilkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tibanya musim panen tiba," imbuh Shinta.
Namun dalam perkembangannya, tari Jejer Jaran Dawuk dipertunjukkan sebagai tarian pembuka atau tari untuk penyambutan tamu.
Sedangkan untuk tari Reog Kendang akan disajikan dalam acara Kirab Budaya Nitilaku, pada hari Minggu (17/12/2023) pagi di Gedung Pusat UGM.
"Tari Reog Kendang yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur ini menceritakan tentang kisah prajurit Kedirilaya yang sedang mengiringi Ratu Kilisuci ke Gunung Kelud. Berbagai kesulitan ditemui, mulai dari menuruni lembah curam dan terjal dengan membawa beban kendang yang berat sehingga harus berjalan sampai terbungkuk-bungkuk," tutur alumni Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini.