Panduan Penerbangan Aman saat Liburan agar Gadget Bebas Risiko
- bbc.com
Malang, WISATA – Panduan liburan seru dan bebas khawatir di udara. Pelajari cara mengemas serta mengamankan baterai litium-ion pada gadget kesayangan agar perjalanan liburanmu tetap tenang!
Momen liburan selalu menjadi waktu yang paling dinanti untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru, mengabadikan pemandangan indah melalui kamera smartphone, hingga tetap terhubung dengan pekerjaan ringan di laptop. Namun, di balik kenyamanan membawa berbagai perangkat elektronik canggih saat penerbangan, ada hal krusial yang kerap luput dari perhatian para wisatawan. Isu mengenai penerbangan aman belakangan ini kembali menjadi sorotan dunia penerbangan sipil.
Kejadian nyata pada penerbangan maskapai American Airlines penerbangan 2398 rute Atlanta menuju Dallas menjadi pengingat penting bagi kita semua. Sebuah laptop milik penumpang mengalami overheating dan mengeluarkan percikan api saat proses pendaratan. Beruntung, awak kabin bergerak cepat menggunakan thermal containment bag khusus untuk mengisolasi api. Meskipun penerbangan aman mendarat dengan selamat, insiden tersebut menyebabkan beberapa penumpang mengalami luka bakar ringan pada tangan mereka.
Insiden berawal dari fenomena baterai litium-ion yang mengalami kenaikan suhu ekstrem secara tak terkendali. Menurut data Federal Aviation Administration (FAA), sejak Maret 2006 telah tercatat hampir 800 insiden terverifikasi yang melibatkan baterai litium-ion mengeluarkan asap, api,atau panas berlebih di udara, dengan puluhan kasus di antaranya terjadi pada tahun 2026. Data ini membuktikan pentingnya penerapan standar penerbangan aman mendarat bebas risiko kebakaran demi keselamatan seluruh penumpang dan kru kabin.
Mengenal Baterai Litium dan Potensi Bahayanya
Perangkat seperti smartphone, komputer jinjing, wireless headphones, hingga powerbank yang kita bawa saat melancong hampir semuanya menggunakan baterai litium-ion. Baterai jenis ini memang menjadi favorit industri teknologi karena daya simpannya yang besar dan bisa diisi ulang. Namun, American Red Cross dan National Fire Protection Association mengingatkan bahwa baterai ini melepaskan energi panas saat bekerja.
Kerusakan fisik, paparan suhu ekstrem, cacat pabrik, hingga pengisian daya berlebih (overcharging) dapat memicu reaksi berantai yang dikenal dengan istilah thermal runaway. Tanda-tanda awal fenomena ini meliputi perangkat yang menggelembung, terdengar suara mendesis atau popping, mengeluarkannya gas berbau, hingga suhu perangkat yang melonjak drastis dalam kurun waktu singkat.
Trik Mengemas Perangkat Elektronik di Kabin
Agar perjalanan tetap nyaman dan bebas dari masalah keamanan di bandara, ada beberapa panduan teknis dari otoritas penerbangan sipil yang wajib dipatuhi. Barang-barang elektronik yang mengandung baterai litium-ion sebaiknya dimasukkan ke dalam bagasi kabin (carry-on baggage) dan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.
Apabila perangkat terpaksa dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar (checked baggage), pastikan perangkat dalam kondisi mati total (power off), terlindungi dari bahaya penyalaan tanpa sengaja, serta terbungkus rapi agar terhindar dari benturan fisik. Regulasi ketat juga berlaku untuk e-cigarette, vaping, powerbank dan baterai cadangan yang sama sekali dilarang masuk ke dalam bagasi terdaftar. Barang-barang tersebut wajib dibawa ke dalam kabin dan dilindungi dari potensi korsleting listrik. Baterai yang sudah rusak, cacat, atau masuk dalam daftar penarikan produk (recall) sama sekali tidak boleh dibawa masuk ke dalam pesawat.
Sikap Cepat Tanggap saat Berada di Udara
Saat duduk santai menikmati pemandangan dari balik jendela pesawat sambil mengisi daya gadget, pastikan perangkat berada dalam jangkauan pengawasan visual. Apabila merasakan suhu perangkat elektronik mulai terasa panas tidak wajar, berubah bentuk atau mengeluarkan asap, segera beri tahu awak kabin.
Kru penerbangan telah dilatih secara profesional untuk menangani situasi darurat akibat kebakaran baterai di udara menggunakan perlengkapan penanganan khusus. Mengutip saran bijak dari FAA untuk para traveler: when in doubt, leave it out. Jika ragu dengan kondisi Baterai yang dibawa, lebih baik tinggalkan di rumah demi keamanan bersama.
Sumber: People Magazine