Kehangatan Kuliner Rumah di Warung Sabtu Singapura
- 8days.sg
Singapura, WISATA – Menikmati kehangatan kuliner rumah Warung Sabtu Singapura yang menyajikan hidangan khas Indonesia nan autentik buatan tangan ibu di tengah kota modern.
Bosan dengan suasana café kekinian yang serba formal dan kaku saat melancong ke luar negeri? Jika Anda sedang berkunjung ke Singapura, ada satu destinasi hidden gem unik yang menawarkan pengalaman bersantap luar biasa. Kehangatan kuliner rumah Warung Sabtu Singapura siap menyambut siapa saja yang merindukan cita rasa masakan ibu yang autentik dan kaya rempah. Berada di dalam sebuah rumah paruh-terpisah (semi-detached house) kawasan Lucky Heights, Upper East Coast, kedai ini memberikan sensasi makan siang yang sangat intim, seolah-olah kita sedang bertamu ke rumah kerabat sendiri.
Pecinta traveling yang menyukai wisata kuliner lintas batas wajib memasukkan tempat ini ke dalam daftar kunjungan. Didirikan oleh Dewi Subur Liw, seorang wanita asal Medan berusia 73 tahun, usaha kuliner berbasis rumah (home-based food business) ini menghadirkan keajaiban rasa yang otentik. Mengobati rasa rindu akan hidangan Nusantara, mari kita intip apa saja keunikan yang ditawarkan oleh kedai rumahan yang hangat dan ramah ini!
Sensasi Santai Makan Siang di Teras Rumah
Berbeda dari restoran komersial pada umumnya, kehangatan kuliner rumah Warung Sabtu Singapura hanya bisa Anda nikmati sepekan sekali, yakni pada hari Sabtu mulai pukul 10 pagi hingga 2 siang. Tanpa perlu reservasi, pengunjung cukup berjalan masuk melewati papan tulis kapur kecil di depan pagar. Kursi-kursi plastik dan meja lipat ditata rapi di area teras yang teduh, dikelilingi tanaman hias dalam pot yang asri.
Dengan kapasitas hanya sekitar 12 kursi, suasana di sini terasa sangat bersahaja dan tenang. Sang pemilik, Ibu Dewi, dengan ramah dan anggun menyapa para tamu sembari mondar-mandir menyajikan hidangan hangat dari dapurnya. Ide mendirikan kedai ini berawal dari sang anak, Leon Subur, yang terinspirasi oleh tren kedai rumahan di New York. Dari sekadar hobi dan keinginan berbagi resep keluarga, kini kedai ini selalu ramai diburu warga lokal maupun wisatawan yang merindukan masakan rumahan Indonesia.