Waspada Jebakan Kode QR Palsu Saat Menikmati Liburan ke Luar Negeri

QR Phishing atau Quishing
Sumber :
  • sosafe-awareness.com

Malang, WISATA – Memindai kode QR saat liburan ke luar negeri ternyata menyimpan risiko keamanan siber yang besar jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan teliti.

img_title Sensasi Baju Pintar AIQ: Solusi Fleksibel Pemantau Stamina dan Stres Saat Traveling!

Melakukan perjalanan wisata atau traveling ke destinasi baru memang selalu mendatangkan keseruan tersendiri. Namun, di balik kegembiraan mengeksplorasi tempat baru, ada banyak hal detail yang menuntut kewaspadaan kita. Mulai dari menjaga barang bawaan, memantau status penerbangan, hingga mengawasi jam keberangkatan pesawat. Tidak hanya itu, sebagai pelancong cerdas, kita juga dituntut untuk selalu peka terhadap potensi penipuan dan risiko keamanan digital yang mengintai. Salah satu ancaman yang paling sering tidak disadari adalah penggunaan kode respon cepat atau QR code yang kini bertebaran di berbagai fasilitas publik.

Berdasarkan laporan terbaru tahun 2026 yang dirilis oleh perusahaan keamanan siber global McAfee mengenai pengalaman penipuan perjalanan, tercatat sebanyak 62% wisatawan tanpa sadar telah menempatkan diri mereka dalam risiko kedaruratan siber. Hal ini terjadi karena kebiasaan memindai kode kotak digital tersebut saat berada di transit transportasi atau ketika baru tiba di tempat asing. Saat Anda dengan santai mengeluarkan ponsel untuk melihat menu restoran atau mengunduh aplikasi resmi hotel, ada celah besar bagi para peretas untuk mencuri data pribadi Anda melalui situs web berbahaya.

img_title Pengalaman Mewah di Udara Mengintip Kursi Pesawat Kelas Bisnis Terpanjang untuk Pencinta Traveling

Mengenal Bahaya Quishing di Tempat Wisata

Untuk mengupas tuntas fenomena ini, media pariwisata internasional Travel + Leisure melakukan wawancara dengan Harry Maugans, pakar privasi data sekaligus CEO Privacy Bee, serta Nacho González selaku penanggung jawab produk di QR Nova. Keduanya sepakat bahwa tindakan memindai itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, melainkan apa yang terjadi setelah pemindaian itulah yang menjadi petaka. Wisatawan sering menjadi target empuk karena mereka terbiasa memindai kode yang belum pernah dilihat sebelumnya di lokasi asing, sering kali dalam kondisi terburu-buru, dan menggunakan koneksi internet publik yang tidak aman atau sketchy.

img_title Menjelajah Batuu: Merasakan Langsung Sensasi Petualangan Bersama Mando dan Grogu di Disney Parks

Bahaya nyata dimulai ketika halaman situs web hasil pemindaian meminta izin akses gawai, meminta pengisian data sensitif, meminta pembayaran transaksi, hingga mengarahkan Anda untuk menginstal sesuatu. Fenomena pengelabuan berbasis kode kotak ini dikenal dengan istilah QR phishing atau quishing. Berdasarkan studi dari University of Illinois Chicago, modus quishing ini bekerja dengan cara mengalihkan pengguna ke situs web palsu yang dirancang mirip aslinya demi menguras kredensial masuk seperti kata sandi atau detail kartu kredit.

Halaman Selanjutnya
img_title