Rahasia di Balik Deck Kartu yang Sering Terkena Razia di Bandara
- Clipart Library
Malang, WISATA – Sering membawa kartu remi atau tarot saat traveling? Simak alasan mengapa benda kecil ini sering memicu pemeriksaan tambahan oleh petugas TSA di bandara dan tipsnya.
Pernahkah Anda merasa jantung berdebar sedikit lebih kencang saat koper kabin Anda tertahan di mesin X-ray bandara? Padahal, Anda merasa tidak membawa benda tajam atau cairan yang melebihi batas. Setelah diperiksa manual oleh petugas, ternyata biang keroknya hanyalah sebuah dek kartu yang terselip manis di antara tumpukan baju. Fenomena ini nyatanya sering dialami oleh banyak pelancong di seluruh dunia, membuat momen pemeriksaan keamanan yang seharusnya singkat menjadi sedikit lebih panjang dan menegangkan.
Membawa kartu permainan atau bahkan koleksi kartu trading saat bepergian memang menjadi cara ampuh untuk mengusir bosan selama menunggu transit atau penerbangan jarak jauh. Namun, siapa sangka benda yang tampak tidak berbahaya ini justru sering dianggap mencurigakan oleh sistem keamanan bandara. Menurut penjelasan dari pihak Transportation Security Administration (TSA), membawa kartu di dalam tas kabin sebenarnya sangat dianjurkan agar tidak rusak atau hilang di bagasi tercatat, namun penempatannya harus diperhatikan agar tidak memicu alarm petugas.
Alasan Teknis di Balik Kepadatan Tumpukan Kartu
Mengapa benda setipis kertas ini bisa dianggap ancaman? Jawabannya terletak pada cara mesin X-ray membaca kepadatan sebuah objek. Sebuah dek kartu permainan bandara yang ditumpuk rapat dalam satu kotak akan muncul di layar monitor petugas sebagai sebuah blok padat yang tebal. Dalam perspektif visual mesin pemindai, kepadatan tumpukan kertas ini bisa menyerupai material terlarang atau bahan organik yang mencurigakan karena kemampuannya menghalangi pandangan petugas terhadap benda di sekitarnya.
Ian Cava, juru bicara dari TSA, menjelaskan bahwa kartu trading maupun kartu permainan sering kali memicu pemeriksaan tambahan karena cara mereka dikemas. Ketika barang-barang ditumpuk dengan sangat rapat, seperti dalam binder, kotak kartu, atau tumpukan koleksi yang bernilai tinggi, citra X-ray menjadi sulit ditembus. Hal ini membuat petugas tidak bisa memastikan secara visual apakah ada benda terlarang yang disembunyikan di dalam atau di balik tumpukan kartu tersebut.