Candi Pendem dan Jejak Peradaban Kuno di Lereng Merapi

Candi Pendem
Sumber :
  • jasirah.id

Magelang, WISATA - Di lereng barat Gunung Merapi, pada ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut, berdiri sejumlah tinggalan arkeologis yang merekam jejak panjang peradaban Jawa Kuno. Salah satunya adalah Candi Pendem, situs bersejarah yang berada satu kawasan dengan Candi Lumbung dan Candi Asu. Lokasinya masuk wilayah Desa Candipos, Kelurahan Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

img_title Gunung Merapi, Gunung Berapi Paling Aktif di Dunia yang Justru Jadi Berkah bagi Tanah Jawa

Dikelilingi bentang alam khas lereng gunung api, kawasan ini menghadirkan suasana tenang sekaligus magis. Aliran Sungai Pabelan dan Sungai Tringsing yang berhulu di puncak Merapi mengalir di sekitar area candi, menciptakan lanskap alami yang sejak masa lampau diduga menjadi pertimbangan utama pemilihan lokasi pendirian bangunan suci.

Satu Kawasan, Tiga Candi

img_title Gunung Telomoyo, Puncak Negeri di Atas Awan yang Bisa Ditaklukkan Tanpa Mendaki

Secara geografis, pengunjung yang datang dari arah jalan utama akan terlebih dahulu menjumpai Candi Lumbung. Candi ini berada agak masuk ke dalam area persawahan dan dapat dicapai dengan berjalan kaki melewati pematang sawah. Setelah itu, barulah Candi Pendem dan Candi Asu ditemui di jalur yang sama.

Kedekatan ketiga candi ini menandakan bahwa kawasan tersebut kemungkinan besar merupakan satu kompleks keagamaan pada masa lalu. Para arkeolog memperkirakan bangunan-bangunan ini berasal dari periode Mataram Kuno, sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, masa ketika aktivitas keagamaan Hindu dan Buddha berkembang pesat di Jawa Tengah.

img_title Situs Merbong di Bojonegoro: Menelusuri Jejak Sejarah Kuno di Desa Payaman yang Sarat Misteri

Candi Lumbung dan Dampak Letusan Merapi

Candi Lumbung menjadi contoh nyata bagaimana situs sejarah harus berdampingan dengan dinamika alam Gunung Merapi. Akibat erupsi Merapi enam tahun silam, candi ini sempat berada dalam kondisi tanggap darurat. Lokasinya yang rawan tergerus aliran lahar dingin membuat pihak berwenang mengambil langkah konservasi dengan memindahkan struktur candi sementara waktu.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat Gunung Merapi sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, dengan siklus erupsi relatif pendek. Kondisi ini menuntut strategi pengelolaan cagar budaya yang adaptif, khususnya bagi situs-situs yang berada di zona rawan bencana.

Candi Pendem, Sederhana namun Bermakna

Berbeda dengan candi-candi besar seperti Borobudur atau Prambanan, Candi Pendem tampil dalam skala yang lebih kecil dan sederhana. Namun, justru di situlah letak keunikannya. Nama pendem sendiri merujuk pada kondisi candi yang sebagian strukturnya berada lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya, seolah tersembunyi oleh waktu dan alam.

Halaman Selanjutnya
img_title