Budaya Riau Mendunia: Aura Farming Pacu Jalur Bikin Turis Asing Antre ke Kuansing

Tradisi Pacu Jalur, Aura Farming, Riau
Sumber :
  • Putralubuk Jambi. Blog

Sebagian besar dari mereka mengetahui tentang tradisi ini dari media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Beberapa agen wisata juga mulai menawarkan paket tur khusus ke Festival Pacu Jalur 2025, lengkap dengan agenda menyusuri Sungai Batang Kuantan, mengunjungi desa adat, dan mengikuti workshop tari Aura Farming.

FESTIVAL PACU JALUR 2025: Jalur Favorit Kandas, Dikha Aura Farming Gagal Juara

Seorang wisatawan asal Jerman yang ditemui di lokasi menyebut bahwa ia tertarik datang ke Kuansing karena gerakan penari di ujung perahu terasa seperti "spiritual performance" yang unik dan otentik. “Saya belum pernah melihat ekspresi budaya seperti ini. Ini bukan sekadar lomba perahu, ini seni,” ujarnya.

Tradisi Pacu Jalur, Aura Farming, Riau

Photo :
  • Putralubuk Jambi. Blog
FESTIVAL PACU JALUR 2025: Aktor dan Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled Turut Serta di Lokasi

Masyarakat Lokal Panen Berkah Pariwisata

Bagi warga Kuansing, fenomena ini menjadi berkah yang tak terduga. Hotel dan homestay di sekitar Sungai Batang Kuantan mulai penuh dipesan. Warung makan, toko suvenir, dan jasa transportasi lokal mengalami lonjakan omzet.

FESTIVAL PACU JALUR 2025: Sejarah Panjang, dari Peringatan Ratu Belanda Hingga Menjadi Event Nasional

Anak-anak muda setempat bahkan mulai membuka kelas tari singkat “Aura Farming” bagi turis yang ingin mencoba menirukan gerakan viral tersebut. Selain sebagai hiburan, ini menjadi cara efektif memperkenalkan filosofi di balik budaya Pacu Jalur.

UMKM lokal pun mulai memproduksi merchandise bertema Pacu Jalur dan Aura Farming, seperti kaus, topi, totebag, hingga gantungan kunci. Produk-produk ini laku keras dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh.

Halaman Selanjutnya
img_title