Menjelajah Lasem, Tiongkok Kecil yang Bikin Kesengsem

Klenteng Poo an Bio
Sumber :
  • tangkap layar youtube/tiongkok kecil heritage Lasem

Batik di Lasem telah diproduksi sejak abad ke-18 oleh warga keturunan Tionghoa yang tinggal di sana. Di Karangturi, kita dapat menemukan rumah-rumah kuno berdinding tinggi yang telah berdiri sejak tahun 1700-an. Rumah-rumah inilah yang menghasilkan batik Lasem yang terkenal hingga ke mancanegara.

img_title Desa Wisata Conto Wonogiri: 50 Mata Air, Goa Resi, dan Kethek Ogleng di Lereng Selatan Lawu yang Bikin Penasaran

Teknik batik yang dibuat berbeda dari batik lainnya, sangat original dan turun-temurun,  budaya Tiongkok sangat mempengaruhi motif batiknya seperti motif burung phoenix dan naga. Pada saat ini sudah dibuat pula motif flora dan fauna lokal yang bercampur dengan motif-motif khas Tiongkok tersebut. Bisa dipilih motif laseman, tiga negeri, kricak, gunung ringgit dan motif klasik lainnya.

Kampung Batik Karangturi beralamatkan di Desa Karangturi Kecamatan Lasem, bisa dikunjungi setiap hari dan tidak ditarik tiket masuk.

img_title Desa Wisata Sempu Kediri: Tinggal Sehari Seperti Warga Lereng Kelud, Disambut Jaranan dan Empat Sanggar Seni

3. Mesjid Jami’ Lasem

Bagi umat  Muslim ternyata bisa melakukan wisata religi di Lasem. Caranya dengan mengunjungi Masjid Jami’ Lasem. Sesungguhnya bukan hanya masjid biasa, terlihat dari desain interiornya yang diukir dengan kaligrafi. Terlebih lagi, di tiap sudut masjid terdapat ukiran kayu yang khas dari pantura timur Jawa.

img_title Hari Santri Nasional 2026: Wisata Religi, Festival Budaya, dan Tradisi Pesantren yang Menarik Dikunjungi

Lokasi dari Masjid Jami’ Lasem sendiri sangat strategis, berada di jalan raya utama. Sehingga, wisatawan yang ingin berkunjung untuk menunaikan sholat lebih mudah menjangkaunya. Didekat masjid juga terdapat makam waliullah yang sering diziarahi.

Salah satu makam itu adalah makam Mbah Sambu,  penyebar agama Islam yang hidup zaman Kerajaan Majapahit. Terdapat pula makam ulama besar Lasem yakni simbah KH Ma’shum, dan makam Adipati Tejakusuma I.

4. Omah Lawang Ombo

Lawang Ombo ini sering juga disebut sebagai Rumah Candu. Di balik namanya, tersimpan sejarah bahwa dulunya rumah ini menjadi tempat penyelundupan opium di Jawa. Candu merupakan komoditas alam berharga, tetapi terlarang.  Jadi, banyak orang yang melakukan perdagangan secara sembunyi-sembunyi atau ilegal.

Desain dari Omah Lawang Ombo sangat kental dengan nuansa Tiongkok.  Barang-barang yang digunakan di rumah ini adalah barang lama seperti pipa untuk menghisap opium atau jangkar tua dari kapal pemilik Rumah Candu.

Halaman Selanjutnya
img_title