Peran Batik dan Perempuan dalam Mempromosikan Budaya Indonesia

Batik Indonesia
Sumber :
  • pexels.com

Wisata –Indonesia sangat kaya akan tujuan wisata yang tersebar di berbagai penjuru tanah air. Salah satu destinasi wisata adalah desa Batik Giriloyo di Kabupatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

img_title Negeri Kahyangan Magelang, Wisata di Atas Awan yang Jadi Lokasi Syuting Film Oki & Nirmala

Setiap bulan, diperkirakan, sebanyak 4 ribu wisatawan lokal dan mancanegara mendatangi desa tersebut.

Bukan hanya di Yogyakarta, wilayah Cirebon, Jawa Barat juga terkenal dengan batik Trusminya.

img_title 7 Event Halloween 2026 di Jakarta, dari Plaza Senayan hingga Pacific Place, Seru untuk Wisata Akhir Pekan

Di desa batik, para wisatawan akan disuguhkan atraksi seperti aktivitas membatik.

Hal ini mengemuka dalam rilis acara webinar Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dengan tema “Peran Perempuan Eksplorasi dalam Tata Ruang dan Sehelai Batik” pada hari Jumat, 26 Mei 2023. 

img_title Dulohupa Coffee Fest 2026, Wisata Kuliner Kopi Gorontalo Menuju Panggung Nasional

Webinar tersebut dibuka oleh Wakil Menparekraf, Angela Tanoesudibyo, yang mengambil tema peran penting batik sebagai alat diplomasi budaya.

Menurut Angela, batik memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat. 

“Batik sendiri sudah menjadi pakaian sehari-hari yang digunakan baik ke kantor, sekolah maupun acara resmi”, ujar Angela.

Motif atau pola batik pun beragam, antara lain berbentuk bunga, burung atau kaligrafi Arab.

Sejauh ini, sudah ada 3 ribu Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang memproduksi batik.

Batik tidak saja hanya berupa pakaian, tetapi juga dikreasikan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti tas, jaket hingga asesoris untuk rumah tangga seperti seprei, selimut, sarung bantal, taplak meja dan barang-barang lainnya.

Dengan potensi batik yang semakin hari semakin berkembang, konsumsi akan produk batik juga terus meningkat.

Ini juga didorong adanya program yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang mendorong agar masyarakat mencintai produk-produk Indonesia.

Batik juga semakin dikenal di mancanegara sehingga pada tahun 2009, diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, dimana batik sangat berperan penting sebagai alat diplomasi budaya.

Presiden Joko Widodo pun tak tinggal diam. Ia mencoba memperkenalkan batik dalam perhelatan International saat G20 tahun 2020 dan KTT ASEAN 2023.  Dalam acara tersebut, para pemimpin dunia mengenakan batik yang menjadi ajang promosi dan menjadi berita hangat yang diliput oleh media-media internasional.

Seluruh anggota IWAPI diimbau turut serta mengembangkan batik Indonesia khususnya bagi kawula muda di Indonesia, hingga ke masyarakat mancanegara. 

Halaman Selanjutnya
img_title