Nasib Berbeda Indonesia dan Vietnam di Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025, Media Vietnam Ikut Menyoroti
- Tvonenews.com
Timnas Voli Putri Indonesia U-21 tersingkir di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2025, sementara Vietnam bangkit meski mendapat sanksi FIVB.
Surabaya, WISATA - Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025 menghadirkan cerita berbeda bagi Indonesia dan Vietnam. Sorotan kali ini datang dari media olahraga Vietnam, SOHA.vn, yang membandingkan perjalanan kedua tim di fase gugur turnamen.
Vietnam sempat menggegerkan dunia voli setelah menerima sanksi berat dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB). Hukuman itu membuat mereka langsung terperosok ke dasar klasemen dan harus bertarung di babak klasifikasi peringkat 17-24.
Berbeda dengan Vietnam, Timnas Voli Putri Indonesia U-21 justru mendapat keuntungan dengan naik ke posisi tiga klasemen, yang mengantarkan mereka ke babak 16 besar.
Perjalanan Indonesia di Babak 16 Besar
Di fase 16 besar, Indonesia menghadapi tantangan besar melawan Italia, tim yang menyandang status runner-up dunia. Laga ini berlangsung sengit namun berat sebelah, dengan Indonesia kalah 1-3.
Set pertama berakhir 12-25, diikuti kekalahan tipis di set kedua 19-25. Indonesia sempat bangkit di set ketiga dan menang 25-21, namun kembali takluk di set keempat dengan skor 13-25.
Hasil ini membuat harapan Indonesia untuk melaju ke perempat final pupus. SOHA.vn menulis, “Harapan Indonesia untuk melaju lebih jauh di turnamen tersebut segera pupus. Di babak 16 besar, tim tuan rumah gagal menciptakan kejutan melawan Italia, runner-up dunia saat ini.”
Kebangkitan Vietnam Meski Dihukum FIVB
Sementara itu, Vietnam menunjukkan mental juara meski baru saja diguncang sanksi FIVB dan kehilangan salah satu pemainnya. Mereka turun ke babak klasifikasi peringkat 17-24 namun tetap tampil penuh semangat.
Di laga pertama klasifikasi, Vietnam sukses mengalahkan Mesir dengan skor 3-1. Kemenangan ini menjadi sorotan karena Mesir adalah tim tangguh dengan delapan gelar Kejuaraan Afrika.
Media SOHA.vn menuliskan, “Di sisi lain, tim Vietnam, meskipun baru saja menerima penalti dan kehilangan satu pemain, tetap bermain eksplosif di perempat final divisi 17-24. Tim merah menang 3-1 atas tim Mesir, tim yang telah memenangkan kejuaraan Afrika sebanyak 8 kali.”