Temuan Plakat Batu Kuno di Pulau Wetar
- earth.com/PNAS
Jejak Ideologi Penjelajah Samudra
Penemuan bersejarah ini membuktikan bahwa para pelaut tangguh purba tidak hanya membawa peralatan bertahan hidup atau bahan pangan ketika bertualang menjelajahi samudra luas. Mereka juga membawa serta ideologi, keyakinan bersama dan bahasa visual yang memperikat persaudaraan antar-pulau. Melansir laporan ilmiah dari majalah Cosmos Magazine, gagasan simbolis berupa lukisan matahari ini telah meluas ke kawasan Wallacea selatan jauh sebelum masuknya era neolitikum secara utuh.
Peta Jaringan Antar-Pulau yang Kompleks
Situs Huknaur 1 di Pulau Wetar sejatinya telah menjadi bagian dari jaringan pertukaran budaya antarpulau jauh sebelum plakat ini dilukis. Analisis kimiawi terhadap sampel batu obsidian—kaca vulkanik hitam yang kerap dijadikan alat pemotong—menunjukkan bahwa bahan tersebut datang dari lokasi lain dan telah diperdagangkan antar-pulau selama ribuan tahun.
Meskipun bagian plakat ini telah terpecah dan pigmen cat merahnya mulai memudar dimakan usia, kehadirannya menjadi bukti tak terbantahkan bahwa peradaban maritim Indonesia Timur telah memiliki tatanan sosial, seni visual dan jaringan antar-wilayah yang sangat maju sejak jaman prasejarah.