Mengenal Manggala Agni Kemenhut, Garda Terdepan Hadapi Karhutla di Indonesia

Tim Manggala Agni Kemenhut
Sumber :
  • IG/bbksda_jatim_official

Surabaya, WISATA – Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman, keberadaan Manggala Agni menjadi semakin penting. Pasukan khusus pengendalian kebakaran hutan ini berada di garis depan untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani kebakaran sebelum api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

img_title TNI AU Kerahkan Helikopter Super Puma dan Caracal untuk Padamkan Karhutla di Gunung Lawu dan Ciremai

Manggala Agni merupakan bagian dari sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan di bawah Kementerian Kehutanan. Personelnya bekerja di berbagai daerah operasi (Daops), terutama wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Tugas mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan patroli, pemantauan kondisi lapangan, deteksi dini, pendinginan, serta pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Peran tersebut menjadi semakin strategis pada 2026. Data Sistem Monitoring Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat indikasi luas kebakaran hutan dan lahan secara nasional mencapai 107.465,47 hektare pada periode Januari-Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode pembanding sebelumnya, sehingga kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi kebutuhan mendesak.

img_title 5 Gubernur Kalimantan Disorot soal Karhutla 2026, dari Candaan Agustiar Sabran hingga Kontroversi Kabut Asap

Menghadapi kondisi tersebut, Manggala Agni tidak bekerja sendirian. Penanganan karhutla melibatkan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan karena kebakaran dapat muncul di kawasan hutan, lahan gambut, perkebunan maupun wilayah masyarakat.

Dalam operasi di Sumatera pada Juni 2026, misalnya, personel Manggala Agni dikerahkan ke Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, sekaligus patroli pencegahan. Penguatan personel lintas daerah operasi dilakukan ketika muncul sejumlah titik kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat.

img_title Kemenhut Perkuat Call Center Penyelamatan Orangutan Terdampak Karhutla

Pekerjaan Manggala Agni juga tidak berhenti setelah api padam. Pendinginan menjadi tahap penting untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran. Patroli dan pemantauan dilakukan untuk menemukan potensi titik api sedini mungkin.

Selain respons di lapangan, pendekatan pencegahan kini semakin ditekankan. Kementerian Kehutanan memperkuat deteksi dini, kesiapsiagaan, posko siaga, serta pemberdayaan masyarakat. Edukasi juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat dapat turut membantu dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga lingkungan sekitar, dan segera melaporkan tanda-tanda kebakaran. Informasi mengenai titik panas dan perkembangan karhutla dapat dipantau melalui platform resmi Kementerian Kehutanan.

Halaman Selanjutnya
img_title