Mencium Bendera Merah Putih, Apakah Bertentangan dengan Akidah Islam?

Cium Bendera Merah Putih
Sumber :
  • IG/ayam.de

Jakarta, WISATA – Pemandangan seseorang mencium bendera Merah Putih dengan penuh haru terkadang memunculkan perdebatan. Ada yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, tetapi ada pula yang langsung mengaitkannya dengan persoalan akidah. Pertanyaannya, apakah mencium bendera dapat dikategorikan sebagai bentuk penyembahan?

img_title Ketika Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta Dihiasi Bendera Merah Putih Sepanjang 481 Meter...

Untuk menjawabnya, tindakan tersebut perlu dilihat berdasarkan maksud dan konteksnya. Dalam kehidupan Islam, tidak semua perbuatan manusia otomatis berkaitan dengan akidah atau ibadah mahdhah. Ada pula wilayah muamalah dan akhlak, termasuk hubungan manusia dengan masyarakat, bangsa, serta lingkungan sosialnya.

Bendera Merah Putih merupakan simbol resmi negara Indonesia. Pasal 35 UUD 1945 menyebutkan bahwa bendera negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. Karena itu, bendera memiliki kedudukan sebagai simbol kebangsaan yang merepresentasikan identitas, persatuan, dan perjuangan bangsa.

img_title AL-ZAYTUN: Soal Al-Zaytun, Wapres: Mungkin Tak Dibubarkan, Tapi Dibina

Menghormati simbol negara dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seseorang bisa berdiri tegak ketika upacara, memberi salam, atau menunjukkan gestur penghormatan lainnya. Mencium sesuatu juga tidak selalu bermakna menyembah. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, seseorang mencium tangan orang tua sebagai bentuk penghormatan atau mencium kepala anak sebagai ungkapan kasih sayang. Tidak ada yang menganggap tindakan tersebut sebagai penyembahan.

Dalam Islam, mencium juga pernah dilakukan terhadap Hajar Aswad. Umar bin Khattab menjelaskan bahwa dirinya mencium batu tersebut karena melihat Nabi Muhammad melakukannya. Ia juga menegaskan bahwa Hajar Aswad hanyalah sebuah batu yang tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat secara mandiri.

img_title Pantai Rajegwesi, Pesona Pantai Alami di Gerbang Taman Nasional Meru Betiri

Hal ini menunjukkan bahwa bentuk lahiriah suatu tindakan tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan maknanya. Niat dan tujuan juga harus diperhatikan. Prinsip dalam ajaran Islam menyebutkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya.

Dengan demikian, mencium bendera Merah Putih karena rasa cinta kepada Indonesia, penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, atau sebagai simbol semangat persatuan tidak sama dengan menyembah bendera.

Persoalannya akan berbeda apabila seseorang meyakini bahwa bendera mempunyai kekuatan gaib, dapat memberikan manfaat atau mendatangkan bahaya secara mandiri, atau memiliki sifat ketuhanan. Keyakinan semacam itu jelas berbeda dari sekadar penghormatan terhadap simbol negara.

Halaman Selanjutnya
img_title