Evolusi Mabuk: Mengapa Simpanse Gemar Mengonsumsi Buah Beralkohol?
- ar.inspiredpencil.com
Malang, WISATA – Menjelajahi rahasia unik simpanse di hutan Uganda yang hobi berpesta buah fermentasi, mengungkap kaitan evolusi manusia dengan kebiasaan minum alkohol masa kini.
Pernahkah Anda membayangkan seekor simpanse duduk santai di dahan pohon, merasa sedikit tipsy atau melayang setelah menyantap camilan sorenya? Kedengarannya seperti adegan film komedi, namun bagi para ilmuwan, ini adalah data sains yang sangat serius sekaligus menggelitik. Di kedalaman hutan tropis yang rimbun, kerabat terdekat kita ini ternyata memiliki kegemaran unik yang mirip dengan budaya manusia: mereka sangat menyukai buah-buahan yang sudah sangat matang hingga mengalami proses fermentasi alami.
Fenomena Evolusi yang menarik ini membawa kita pada sebuah hipotesis yang disebut drunken monkey. Bayangkan, dalam kesehariannya, seekor simpanse liar bisa mengonsumsi alkohol rata-rata 14 gram per hari. Jika disesuaikan dengan berat badan manusia, itu setara dengan menenggak dua setengah gelas minuman beralkohol. Kebiasaan evolusi mabuk simpanse ini bukan sekadar kebetulan, melainkan jejak sejarah panjang bagaimana nenek moyang primata kita belajar mengenali aroma etanol sebagai penanda sumber kalori yang melimpah dan mudah didapat.
Berburu Urine di Lantai Hutan Uganda
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters membawa tim ilmuwan dari University of California, Berkeley, jauh ke dalam Taman Nasional Kibale di Uganda. Fokus mereka adalah situs penelitian Ngogo, rumah bagi kawanan simpanse liar yang lincah. Alih-alih menggunakan alat tiup deteksi alkohol (breathalyzer) yang jelas mustahil dipasangkan pada simpanse liar, para peneliti menggunakan metode yang lebih 'membumi', yaitu mengumpulkan sampel urine.
Prosesnya tentu tidak mudah dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Aleksey Maro dan timnya harus belajar bagaimana mengumpulkan cairan berharga tersebut dari dedaunan atau genangan air di lantai hutan segera setelah simpanse membuang hajat. Kerja keras ini membuahkan hasil berupa 20 sampel urine dari 19 simpanse berbeda, mulai dari jantan hingga betina dengan rentang usia 10 hingga 46 tahun. Analisis medis pun dimulai untuk mencari jejak metabolisme alkohol dalam tubuh mereka.
Bukti Medis di Balik Pesta Buah Fermentasi