Mengenal Ikan Sidat dan Penyebarannya di Indonesia, Yuk...

Ikan sidat
Sumber :
  • rri.co.id

Makassar, WISATA - Apakah Anda mengenal ikan Sidat?

img_title Kacang Panjang Merah: Panduan Lengkap Berkebun & Cara Menanam

Sidat (Anguilla spp) yang juga dikenal dengan nama Unagi (Jepang) merupakan hewan air yang unik.

Ia bersifat katadromus yaitu tumbuh dan menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di air tawar (sungai, danau, rawa), namun bermigrasi ke laut dalam untuk memijah dan berkembang biak.

img_title Memulai Langkah Budi Daya Ikan Sidat Harus Tahu Ilmunya, PH dan Suhu serta Pakan adalah Kunci

Sidat bentuknya panjang mirip belut sehingga sering dikira belut.

Beda dengan belut adalah sidat memiliki sirip dada kecil di dekat kepala sedangkan belut tidak memilikinya. Di Indonesia terdapat tujuh jenis sidat dari delapan belas yang ada di dunia.

img_title 12 Drama Korea Terbaru Bulan Oktober yang Paling Dinantikan Penggemar

Sidat dipercaya memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Zaman dahulu, sidat dikenal sebagai makanan mewah yang dikonsumsi oleh bangsawan dan raja-raja. Sejak abad ke-7, masyarakat Jepang telah mengolah sidat menjadi hidangan yang hanya disajikan saat jamuan khusus.

Seiring dengan perkembangan zaman, makin banyak orang mengetahui khasiat sidat dan mengonsumsinya. Negara-negara yang menggemari sidat antara lain Jepang, Korea, Taiwan hingga China.

Ikan sidat di Indonesia tersebar luas di perairan tropis, terutama di pesisir barat Sumatra, selatan Jawa (seperti Cilacap), Kalimantan, Sulawesi (terutama Sulawesi Tengah/Palu, Selatan, Tenggara), Maluku, hingga Papua.

Habitat utamanya adalah sungai, danau, dan muara, dengan potensi besar di wilayah yang memiliki banyak sungai bermuara ke laut. 

Sulawesi merupakan salah satu pusat keanekaragaman sidat, dengan 5 dari 7 jenis sidat Indonesia ditemukan di wilayah ini, seperti di perairan Sulawesi Barat (Sungai Malunda), Sulawesi Tenggara (Sungai Konaweha), dan Sulawesi Tengah (Sungai Poso, Sungai Palu). Cilacap, Jawa Tengah, adalah salah satu penghasil utama dan lokasi percontohan budi daya sidat berkelanjutan, khususnya di Desa Kaliwungu. Sukabumi di Jawa Barat juga dikenal sebagai lokasi habitat dan pelindung sidat.

Pantai Barat Sumatra, termasuk Bengkulu, adalah habitat utama Anguilla bicolorA. nebulosa, dan A. marmorata. Sungai Wailela di Desa Larike, Maluku Tengah, terkenal dengan keberadaan sidat raksasa (morea) yang dilestarikan. 

Sumber: dari berbagai sumber