Mengenal Kecombrang Bunga Putih: Manfaat dan Potensi Kuliner Tanaman Rempah Nusantara

Kecombrang Putih
Sumber :
  • IG/ladangdaun.indo

Jakarta, WISATA – Kecombrang bunga putih merupakan salah satu varietas kecombrang (Etlingera elatior) yang masih satu keluarga dengan jahe-jahean (Zingiberaceae). Berbeda dengan kecombrang merah muda yang lebih populer, kecombrang bunga putih memiliki warna kelopak yang pucat hingga putih kehijauan dengan aroma yang lebih lembut. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Jawa.

img_title Manfaat Buah Leci: Kaya Vitamin C, Antioksidan dan Menyegarkan Tubuh

Secara morfologi, kecombrang bunga putih tumbuh sebagai tanaman herba tahunan dengan tinggi mencapai 3–5 meter. Batangnya semu, terbentuk dari pelepah daun yang tersusun rapat. Daunnya panjang, lebar, dan berwarna hijau tua. Bunganya muncul dari rimpang di permukaan tanah, berbentuk kerucut besar dengan susunan kelopak rapat. Warna putih pada bunga ini menjadikannya khas sekaligus diminati untuk konsumsi karena rasanya cenderung tidak sepahit varietas merah.

Dalam dunia kuliner, kecombrang bunga putih dimanfaatkan mulai dari bunga, kuncup, hingga batang mudanya. Bunga kecombrang sering diiris tipis untuk campuran sambal, urap, pecel, atau lalapan, sementara di beberapa daerah digunakan sebagai bumbu masakan ikan dan sayur asam. Aromanya yang segar dan sitrus memberi cita rasa khas pada masakan tradisional Indonesia.

img_title Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan: Herbal Alami yang Berpotensi Membantu Hipertensi, Batuk, hingga Diabetes

Selain sebagai bahan pangan, kecombrang bunga putih juga dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan minyak atsiri. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kecombrang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang. Secara tradisional, masyarakat memanfaatkan kecombrang untuk membantu mengurangi bau badan, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan kulit.

Kecombrang bunga putih juga relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan cukup, tanah gembur, dan drainase baik. Perbanyakan umumnya dilakukan melalui rimpang, dan tanaman dapat dipanen bunganya setelah berumur sekitar 1–2 tahun. Dengan nilai gizi, manfaat kesehatan, dan potensi kuliner yang besar, kecombrang bunga putih merupakan salah satu kekayaan hayati Nusantara yang patut dilestarikan dan dikembangkan.

img_title GUNUNGKIDUL: Festival Cokelat Nglanggeran 2024, Usung Tema Coklat Lokal Berdaya Saing Global

 

Sumber: kementan.go.id, plantamor.com