Apa Spesies Manusia Pertama di Dunia?

Tengkorak yang Diduga Merupakan Spesies Manusia Pertama
Sumber :
  • livescience.com/Spesies Manusia Pertama

Malang, WISATA – Manusia modern muncul sekitar 300.000 tahun yang lalu, tetapi genus Homo kita jauh lebih tua. Jadi, spesies manusia yang tertua itu apa?

img_title Teka-Teki Evolusi: Apakah Manusia Lebih Dekat dengan Kucing atau Anjing?

Semua manusia saat ini adalah anggota spesies manusia modern Homo sapiens, bahasa Latin untuk 'manusia yang berpengetahuan.' Namun, kita bukanlah satu-satunya manusia yang pernah ada. Fosil-fosil semakin mengungkap lebih banyak tentang manusia purba dalam genus Homo, misalnya nenek moyang seperti Homo erectus (bahasa Latin untuk 'manusia tegak'), yang hidup di Afrika, Asia dan sebagian Eropa antara 1,9 juta dan 110.000 tahun yang lalu.

Para ilmuwan kini mengenali lebih dari selusin spesies dalam genus Homo. Jadi, apa sebenarnya spesies manusia pertama? Ternyata, jawabannya tidak begitu jelas.

img_title Evolusi Wisata Spa Menjadi Wellness Holistik: Pergeseran Makna Liburan di Era Digital

Penemuan fosil di Maroko telah mengungkapkan bahwa manusia modern secara anatomis muncul setidaknya 300.000 tahun yang lalu. Namun, spesies manusia tertua yang diketahui secara pasti oleh para ilmuwan disebut Homo habilis atau 'manusia serba bisa' yaitu primata pengguna alat yang berjalan tegak dan hidup di Afrika antara 2,4 juta dan 1,4 juta tahun yang lalu.

Namun, fosil-fosil yang lebih awal menunjukkan bahwa spesies Homo lain mungkin mendahului H. habilis. Kelangkaan fosil manusia purba menyulitkan untuk mengetahui apakah spesimen yang tidak biasa tersebut merupakan spesies yang baru ditemukan atau sekadar anggota atipikal dari spesies yang telah dikenal. Selain itu, evolusi dapat berlangsung secara bertahap, sehingga sulit untuk menentukan kapan spesies baru muncul, terutama ketika fosil memiliki campuran ciri-ciri dari spesies yang berbeda.

img_title Keajaiban Arkeologi: Saat Manusia Purba Memulai Tradisi Woodworking Setengah Juta Tahun Lalu

"Proses evolusi itu berkelanjutan, tetapi label yang kita berikan untuk memudahkannya bersifat statis," ujar Tim D. White, seorang paleoantropolog di University of California Berkeley, seperti dikutip oleh Live Science.

Sebagian besar teori evolusi menyatakan bahwa H. habilis berevolusi dari genus primata sebelumnya yang bernama Australopithecus, bahasa Latin untuk 'kera selatan' karena fosilnya pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Berbagai spesies Australopithecus hidup sekitar 4,4 juta hingga 1,4 juta tahun yang lalu. Kemungkinan H. habilis berevolusi langsung dari spesies Australopithecus afarensis, contoh paling terkenal adalah 'Lucy,' yang ditemukan di Hadar, Etiopia, pada tahun 1974.

Fosil-fosil genus kami biasanya dibedakan dari fosil Australopithecus berdasarkan gigi Homo yang lebih kecil dan otak yang relatif besar, yang menyebabkan penggunaan alat-alat batu yang lebih luas.

Sejak tahun 1970-an, para peneliti di Afrika telah menemukan fosil yang mereka kaitkan dengan spesies purba lain, Homo rudolfensis, yang menantang gagasan bahwa H. habilis adalah Homo paling awal.

H. rudolfensis tampaknya secara fisik jauh lebih besar, memiliki otak yang lebih besar, dan struktur wajah yang lebih datar daripada H. habilis, yang mungkin membuatnya lebih mirip manusia modern.

Ahli paleoantropologi Rick Potts, mengatakan, bahwa fosil yang lebih tua dari Afrika tampaknya berasal dari genus Homo dan mungkin mendahului kedua spesies tersebut.

Fosil tertua di antara fosil-fosil tersebut berasal dari sekitar 2,8 juta tahun yang lalu, tetapi hanya berupa fragmen—beberapa tulang rahang dan beberapa gigi—sehingga tidak cukup untuk memastikan apakah fosil tersebut berasal dari spesies Homo lain yang belum disebutkan namanya, ujarnya. Sebuah studi pada tahun 2025 menemukan gigi-gigi tambahan yang berasal dari 2,59 juta dan 2,78 juta tahun yang mungkin juga berasal dari spesies Homo awal yang misterius ini.

Jadi, mungkin saja spesies manusia pertama belum ditemukan. "Ada banyak antusiasme, tetapi juga banyak ketidakpastian, tentang upaya untuk menemukan lebih banyak tentang asal-usul genus Homo," kata Potts.