Olahraga Membantu Melawan Kanker dengan Mengubah Mikroba Usus
- integrityuc.com
Malang, WISATA – Semua orang tahu olahraga itu baik. Olahraga menjaga jantung tetap sehat, otot kuat dan pikiran tenang. Tapi bagaimana jika olahraga juga bisa membantu melawan kanker?
Para ilmuwan di Universitas Pittsburgh menemukan sesuatu yang mengejutkan. Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi tubuh. Olahraga juga mengubah mikroba kecil yang hidup di dalam tubuh kita. Perubahan ini dapat membuat pengobatan kanker bekerja lebih baik.
Studi ini menghubungkan tiga hal: olahraga, mikrobioma usus dan keberhasilan pengobatan kanker. Selama bertahun-tahun, para peneliti mengetahui bahwa olahraga membantu terapi kanker. Mereka juga mengetahui bahwa olahraga mengubah bakteri usus. Namun, belum ada yang menghubungkan hal-hal tersebut sebelumnya.
"Kami sudah tahu bahwa olahraga meningkatkan efektivitas imunoterapi kanker, dan kami juga tahu bahwa olahraga mengubah mikrobioma pada tikus dan manusia," kata Dr. Marlies Meisel, penulis senior makalah penelitian tersebut.
"Studi ini menghubungkan titik-titik tersebut dengan menunjukkan bagaimana perubahan yang diinduksi olahraga pada mikrobioma usus meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan efisiensi imunoterapi melalui format. Temuan ini membuka pintu bagi strategi terapi baru yang menargetkan mikrobioma."
Sederhananya, olahraga membentuk kembali usus dengan cara yang membuat obat kanker bekerja lebih baik. Tim memulai dengan membandingkan dua kelompok tikus. Satu kelompok mendapatkan banyak olahraga selama empat minggu, sementara kelompok lainnya tidak banyak bergerak sama sekali.
Ketika sel kanker diperkenalkan, perbedaannya dengan olahraga menjadi jelas. Kelompok yang berolahraga memiliki tumor kanker yang lebih kecil. Mereka juga hidup lebih lama.
Studi tikus tentang olahraga dan kanker memang menarik, tetapi manusia lebih penting. Oleh karena itu, para peneliti mempelajari pasien kanker dengan melanoma stadium lanjut.
Para peneliti memeriksa kadar format dalam darah pasien. Pasien dengan kadar format lebih tinggi memiliki hasil pengobatan kanker yang lebih baik.
Kemudian, dilakukan uji coba cerdas lainnya. Tim mengumpulkan sampel feses dari pasien-pasien ini. Sampel tersebut diberikan kepada tikus yang menderita melanoma.
Beberapa tikus menerima feses dari pasien dengan kadar format tinggi. Yang lainnya menerima feses dari pasien dengan kadar format rendah.