Marcus Aurelius: “Terimalah Hal-Hal yang Diikat oleh Takdir, dan Cintailah Orang-Orang yang Dihadirkan ...”

Marcus Aurelius
Sumber :
  • Cuplikan layar

Jakarta, WISATA — Dalam pusaran kehidupan yang penuh ketidakpastian, banyak dari kita sering mempertanyakan mengapa kita berada di tempat tertentu, mengapa kita bertemu orang-orang tertentu, atau mengapa hidup membawa kita pada jalan yang tak selalu kita rancang. Di tengah refleksi ini, kata-kata dari Marcus Aurelius, seorang filsuf Stoik dan Kaisar Romawi, menghadirkan kebijaksanaan yang menenangkan:

img_title 10 Inspirasi Kehidupan dari The Power of Now Eckhart Tolle yang Bikin Hidup Lebih Tenang

"Accept the things to which fate binds you, and love the people with whom fate brings you together, but do so with all your heart."
(Dalam bahasa Indonesia: "Terimalah hal-hal yang diikat oleh takdir, dan cintailah orang-orang yang dihadirkan takdir dalam hidupmu, namun lakukanlah itu dengan sepenuh hati.")

Pernyataan ini bukan sekadar nasihat untuk pasrah, melainkan ajakan untuk hidup secara sadar dan penuh penerimaan. Filosofi Stoik mengajarkan kita untuk hidup harmonis dengan kenyataan, dan pernyataan Aurelius ini menjadi inti dari ajaran tersebut.

img_title The Power of Now Eckhart Tolle: Rahasia Ketenangan yang Jadi Pegangan Para Pemimpin Dunia

Menerima Takdir Tanpa Penolakan

Kata "accept" atau “terima” dalam kutipan Marcus Aurelius bukan berarti menyerah begitu saja. Dalam konteks Stoik, menerima takdir adalah memahami bahwa ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa kita kontrol—seperti di mana kita lahir, siapa keluarga kita, atau kejadian-kejadian besar yang memengaruhi hidup kita.

img_title Meditations Marcus Aurelius: Rahasia Pemimpin Dunia Menemukan Ketenangan dan Kebijaksanaan

Namun, daripada terus memberontak terhadap keadaan yang tidak bisa diubah, Stoikisme mengajarkan bahwa kita bisa menemukan kedamaian dengan menerimanya. Ini adalah bentuk penerimaan aktif: kita mengakui apa yang terjadi, kita tidak menolaknya, dan kita memilih untuk menanggapinya dengan bijak.

Mencintai Orang-Orang yang Dihadiahkan oleh Takdir

Bagian kedua dari kutipan tersebut menyoroti aspek hubungan manusia: “Cintailah orang-orang yang dihadirkan takdir dalam hidupmu.” Dalam hidup, kita tidak bisa memilih semua orang yang hadir di sekitar kita—rekan kerja, tetangga, anggota keluarga, atau bahkan pasangan yang datang dalam cara-cara tak terduga.

Marcus Aurelius mengajak kita bukan hanya untuk menerima kehadiran mereka, tetapi mencintai mereka dengan sepenuh hati. Bukan cinta karena kewajiban, melainkan cinta yang tulus sebagai bentuk penghargaan terhadap keterikatan manusiawi yang diciptakan oleh takdir.

Halaman Selanjutnya
img_title