6 Alasan Daun Mentimun Anda Menguning dan Cara Memperbaikinya

Daun Mentimun yang Menguning
Sumber :
  • gardenerbasics.com

Malang, WISATA – Melihat daun mentimun Anda menguning dapat mengindikasikan bahwa tanaman mentimun sedang stres akibat hama, penyakit atau faktor lainnya. Bila Anda mengambil tindakan sejak tanda-tanda awal daun menguning, mungkin dapat meningkatkan peluang tanaman untuk pulih dan tetap menghasilkan panen. 

img_title Tempe Nonkedelai Makin Dilirik, Kacang Lokal Kaya Nutrisi dan Baik untuk Kesehatan

Berikut beberapa alasan paling umum mengapa daun mentimun menguning, beserta tips cepat dan mudah untuk mengatasi daun yang menguning dan membantu tanaman mentimun tumbuh hijau kembali.

1. Stres Penyiraman

img_title Merawat Kebun Mawar di Awal Musim Panas demi Bunga yang Mekar Sempurna

Penyiraman yang kurang adalah penyebab paling umum daun mentimun menguning, tetapi penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan mentimun menguning. Tanaman mentimun yang kekurangan air biasanya layu dan menghasilkan daun yang kering, cokelat atau keriting, sementara tanaman yang terlalu banyak air juga dapat layu dan menguning karena busuk akar. Perbedaannya adalah kerusakan akibat penyiraman yang berlebihan biasanya dimulai di bagian atas tanaman dan tanaman yang mengalami busuk akar juga dapat mengembangkan bercak-bercak gelap pada daunnya.

Solusi: Tanaman mentimun membutuhkan sekitar 2,5 cm air per minggu untuk pertumbuhan yang sehat. Jika Anda sering lupa menyiram, Anda bisa memasang sistem irigasi tetes dan menyebarkan lapisan mulsa setebal 5 hingga 7,5 cm di bawah tanaman agar tanah tidak kering. Jika Anda tidak yakin apakah tanaman Anda membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit air, sentuhlah tanah sebelum menyiram dan siram hanya jika 2,5 cm lapisan atas tanah terasa kering.

img_title Dosen IPB Ingatkan Bahaya Konsumsi Daging Hewan Kurban Sakit, Bisa Picu Penyakit Zoonosis

2. Masalah Pencahayaan

Tanaman mentimun membutuhkan setidaknya 6 jam cahaya langsung setiap hari untuk tumbuh, mereka dapat tumbuh kerdil dan pucat di kebun dengan pencahayaan redup. Namun, terlalu banyak sinar matahari yang terik dapat menyebabkan daun memutih dan terbakar matahari, meskipun hal ini jarang terjadi dan biasanya terjadi selama periode panas atau kekeringan yang intens.

Solusinya: Pastikan mentimun Anda tumbuh di area yang menerima setidaknya enam hingga delapan jam sinar matahari per hari. Jika Anda tinggal di daerah beriklim panas dan gelombang panas akan datang, tutupi mentimun Anda dengan kain peneduh untuk melindungi daunnya yang masih muda dari sengatan matahari.

3. Kekurangan Nutrisi

Seperti tanaman lain yang membutuhkan nutrisi berat, mentimun membutuhkan tanah yang subur dan dapat mengalami kekurangan nutrisi jika tidak dipupuk secara teratur. Gejala kekurangan nutrisi bervariasi tergantung nutrisi yang dibutuhkan, tetapi pertumbuhan terhambat dan buah yang buruk merupakan hal yang umum. Tanaman yang terserang biasanya memiliki daun yang menguning dengan urat daun berwarna hijau cerah yang terlihat jelas.

Solusi: Awali musim tanam dengan memperkaya tanah dengan kompos sebelum menanam benih atau memindahkan mentimun. Setelah mentimun mulai tumbuh, beri pupuk organik seimbang kira-kira setiap dua minggu. Pupuk yang ditujukan untuk tomat biasanya juga efektif untuk mentimun.

4. Hama

Kutu daun, lalat putih, tungau laba-laba dan serangga penghisap getah lainnya menyukai daun mentimun. Meskipun hama ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan besar pada mentimun, tanaman yang terserang dapat tumbuh kerdil atau daunnya berubah bentuk dengan bintik-bintik kuning atau bintik-bintik pada permukaan daun. Jika daun dan batang mentimun dilapisi residu embun madu yang lengket, itu pertanda pasti bahwa hama sedang aktif.

Solusi: Periksa tanaman dengan saksama untuk mencari tanda-tanda hama dan pastikan untuk memeriksa bagian bawah daun tanaman Anda juga. Jika Anda menemukan hama, gunakan selang taman untuk membilasnya atau remukkan dengan jari Anda. Anda juga dapat menggunakan minyak nimba organik atau semprotan sabun untuk mengatasi serangan hama, meskipun produk-produk ini tidak boleh digunakan saat matahari bersinar.

5. Penyakit

Tanaman mentimun rentan terhadap beberapa penyakit tanaman umum, termasuk antraknosa dan virus mosaik mentimun. Sebagian besar penyakit tanaman menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan buahnya kurang subur, tetapi gejala lainnya bervariasi. Virus mosaik, misalnya, biasanya menyebabkan daun mentimun membentuk pola 'mosaik' belang-belang berwarna kuning dan hijau, sementara daun yang terserang antraknosa biasanya menampilkan bintik-bintik gelap dengan lingkaran kuning.

Solusi: Cara terbaik untuk menghindari penyakit mentimun adalah dengan membeli tanaman dan benih yang tahan penyakit. Namun, jika penyakit berhasil menyusup ke kebun mentimun Anda, Anda dapat membatasi penyebarannya dengan memusnahkan tanaman yang terserang di akhir musim tanam, menambahkan mulsa, rotasi tanaman dan meningkatkan kesehatan tanah dengan pemberian kompos tahunan.

6. Penuaan Alami

Meskipun stres lingkungan, penyakit dan hama dapat menyebabkan daun mentimun menguning, daun tersebut juga menguning sebagai bagian dari proses penuaan alami. Menguningnya daun ini biasanya dimulai di pangkal tanaman dan semakin jelas seiring turunnya suhu. Ini merupakan tanda yang jelas bahwa musim tanam akan segera berakhir dan tanaman mentimun Anda hampir selesai.

Solusi: Menambahkan produk perpanjangan musim, seperti selimut antibeku atau penutup baris, dapat memperpanjang panen mentimun Anda sedikit lebih lama, tetapi ini hanya solusi sementara. Mentimun adalah tanaman tahunan sejati yang sensitif terhadap dingin dan mereka akan menderita ketika suhu turun di bawah 15°C. Satu-satunya solusi adalah memanen sisa panen mentimun Anda, mencabut tanaman tua Anda dan mulai merencanakan musim semi.