Erupsi Gunung Dukono: Semburan Abu Vulkanik 1,4 Km, Status Masih Waspada
- IG/mountain_movie
Halmahera Utara, WISATA – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Senin, 20 April 2026. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.400 meter di atas puncak gunung, menambah daftar panjang aktivitas erupsi gunung api yang dikenal sangat aktif di Indonesia ini.
Berdasarkan laporan resmi dari otoritas geologi, erupsi terjadi pada pukul 05.53 WIT. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan condong ke arah timur mengikuti arah angin saat itu. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 25 milimeter dan durasi hampir 50 detik, menunjukkan adanya tekanan kuat dari dalam perut bumi yang memicu letusan tersebut.
Hingga laporan disusun, aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung. Gunung ini sendiri memang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan erupsi yang terjadi secara periodik bahkan hampir tanpa henti sejak puluhan tahun terakhir. Secara geologis, Gunung Dukono merupakan gunung api kompleks yang telah mengalami aktivitas erupsi terus-menerus sejak tahun 1933.
Status aktivitas Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II atau “Waspada”. Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat erupsi. Selain itu, warga di sekitar wilayah terdampak juga diminta untuk selalu menggunakan masker guna menghindari bahaya paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Fenomena erupsi ini bukanlah kejadian tunggal. Dalam beberapa hari sebelumnya, Gunung Dukono juga tercatat mengalami erupsi berulang dengan karakteristik yang hampir serupa, termasuk tinggi kolom abu yang mencapai 1,4 kilometer. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik di kawasan tersebut masih cukup tinggi dan perlu terus dipantau secara intensif oleh pihak berwenang.
Secara geografis, Gunung Dukono terletak di Pulau Halmahera yang merupakan bagian dari cincin api Pasifik atau Ring of Fire, wilayah yang dikenal memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik tinggi. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif, termasuk Dukono yang menjadi salah satu yang paling sering mengalami erupsi.