Hari Serigala Internasional 2025: Menghormati Peran Penting Predator
- Alpha Coders
Di kawasan lindung, serigala menghadapi ancaman manusia. Mereka melintasi batas taman dan memasuki zona perburuan.
Sebuah penelitian terbaru mengkaji data puluhan tahun dari lima taman di AS. Ketika manusia membunuh seekor serigala, peluang kawanan serigala untuk bertahan hidup selama setahun turun 27 persen. Reproduksi turun 22 persen. Kehilangan pemimpin kawanan serigala bahkan lebih berat lagi, peluang bertahan hidup turun 73 persen dan reproduksi hampir berkurang setengahnya.
Di Taman Nasional Voyageurs, separuh dari semua kematian serigala disebabkan oleh manusia, seringkali oleh perburuan liar. Kawanan serigala di sini menghabiskan lebih banyak waktu di luar batas taman, yang meningkatkan risiko.
Sementara itu serigala Etiopia kini menjadi salah satu karnivora terlangka di dunia, dengan hanya sekitar 500 individu yang tersisa di alam liar.
Serigala ini bertahan hidup di kantong-kantong kecil dan terisolasi di pegunungan tinggi Etiopia, tempat mereka bergantung pada hewan pengerat untuk makanan. Habitat ini menyusut seiring dengan perluasan lahan pertanian. Penyakit yang dibawa oleh anjing peliharaan, seperti rabies dan distemper, juga mengancam seluruh kawanan dalam satu wabah.
Serigala India berada dalam posisi yang sedikit lebih baik tetapi masih menghadapi risiko serius. Jumlah mereka diperkirakan antara 2.000 dan 3.000, dan sebagian besar hidup di luar suaka margasatwa resmi. Ini berarti mereka berbagi lahan dengan petani dan penggembala, yang sering kali menyebabkan konflik ketika ternak diambil. Pembunuhan balasan masih umum terjadi.
Bagi kedua spesies, hilangnya habitat, penganiayaan langsung dan lemahnya perlindungan hukum membuat populasi mereka tetap kecil dan terfragmentasi. Tanpa perlindungan yang lebih kuat, pengendalian penyakit yang lebih baik dan keterlibatan masyarakat dalam konservasi, serigala-serigala ini dapat semakin mendekati kepunahan.
Hari Serigala Internasional bukan sekadar simbolis. Hari ini merupakan pengingat bahwa hilangnya predator memengaruhi hutan dan sungai, serta setiap spesies yang bergantung padanya.
Melindungi serigala berarti ekosistem yang lebih sehat. Sains telah membuktikannya. Ketika serigala kembali, keseimbangan pun kembali bersama mereka.