Workshop Literasi: Menulis Artikel Populer, Belajar Open Mind, Open Heart dan Open Will
- wisata.viva.co.id/Indah Novita Dewi
Para peserta di tiga kelompok sangat antusias mengerjakan tugas-tugas yang diberikan narasumber yang harus dikerjakan secepat mungkin, seolah-olah ada deadline yang harus dipenuhi.
“Menulis itu perlu adanya pressure,” demikian penjelasan Anis Kurniawan.
Para peserta mempresentasikan hasil tulisannya dengan gembira. Banyak wajah-wajah yang tercerahkan karena menemukan satu hal di pengujung acara: bahwa menulis itu tak sesusah yang dikira sebelumnya.
Salah seorang peserta yang biasa menulis secara empirik, bahkan dapat mengubah diksinya menjadi lebih menarik setelah memahami apa itu Retorika Teks, seperti dijelaskan narasumber.
“Kalimat-kalimat dalam naskah Anda, dapat diubah-ubah dengan berbagai macam diksi, selama tidak mengubah makna,” tutur Anis.
Peserta workshop foto bareng
- Forsi LHK Sulsel
Satu kalimat sederhana yang menggema dalam hati peserta saat acara usai: “Aku ternyata bisa menulis.”
Acara ditutup dengan foto bersama. Semoga nyala semangat tak akan padam, hingga puluhan - bahkan ratusan artikel tertuang lewat gawai.