INFO HAJI: Membantu Lelaki Tua Membuka Aplikasi Nusuk

Jemaah Haji Indonesia berkesempatan Berada di Area Raudhah
Sumber :
  • Maman Abdurahman

Wisata – Seorang laki-laki berusia 61 tahun, terlihat memegang handphone dan mencoba mengisi form yang ada di pesan WhatsApp yang dikirim seseorang. Saya melirik kepadanya.

img_title UNDIP Bawa Pulang Gelar Juara Inovasi Kesehatan Dunia dari Singapura Lewat Aplikasi FeedWise

Kami duduk berdampingan jelang salat berjamaah Asar di pelataran Masjid Nabawi. Biasanya saya salat berjamaah di bagian dalam masjid. Tapi sore itu, saya dan Pak Masna, teman satu kamar, salat di luar, di pelataran masjid.

Saya melirik lagi ke arah lelaki tua itu. Ia tetap mencoba membuka gambar itu untuk mengisi form yang ada di gambar itu. Akhirnya, saya tak tahan untuk menawarkan bantuan.

img_title Cara Cek Kondisi Lalu Lintas Real-Time lewat 3.500 CCTV Jasa Marga via Aplikasi Travoy

Muhammad, nama laki-laki tua itu. Ia berasal dari Pakistan. Ia berusaha membuka gambar aplikasi Nusuk. Saya katakan kepada lelaki tua itu tidak bisa mengisi form yang ada di file tersebut karena file itu berupa gambar hasil screen shoot.

Saya menyarankan kepada lelaki tua yang murah senyum itu untuk mendownload aplikasi Nusuk terlebih dahulu. Ia pun menyetujuinya. Saya memandu mendownload aplikasi masuk Raudhah itu.

img_title Aplikasi Tilik Jogja Resmi Diluncurkan, Panduan Digital Mudik Lebaran dengan Info Lalu Lintas Real-Time dan Wisata

Setelah berhasil mendownloadnya, awalnya kami akan mendaftarkannya. Karena itu, kami perlu nomor visa, nomor paspor dan alamat e-mail. Tapi ternyata anak perempuannya telah mendaftarkannya. Itu terlihat dari komunikasi lelaki itu di WhatsApp.

Saya teringat teman saya satu kamar yang juga anaknya yang mendaftarkan di aplikasi Nusuk untuk masuk Raudhah. Ia hanya mendapatkan screen shoot pendaftarannya. Pasword dan alamat e-mail anaknya yang tahu.

Para askar penjaga pintu Raudhah itu tidak mau menerima hasil screen shoot. Harus dibuka dari aplikasi Nusuknya. Disinilah titik masalahnya.

Karena ketika pengguna login masuk ke aplikasi Nusuk, aplikasi ini meminta konfirmasi yang dikirim melalui alamat e-mail yang dicantumkan ketika mendaftar.

Ini yang terjadi kepada lelaki tua itu juga. Ketika saya membantunya masuk aplikasi ini konfirmasinya ke alamat email anaknya. Ia pun bolak balik menghubungi anaknya untuk memberi tahu kode konfirmasinya.

Beberapa kali kode konfirmasi diulang. Beberapa kali pula si anak lelaki tua itu memberitahukannnya.

Akhirnya kami berhasil masuk ke aplikasi Nusuk. Kami pun bersuka cita atas keberhasilan ini. Langkah selanjutnya adalah mendaftar kapan ia akan berziarah ke Raudhah.

Halaman Selanjutnya
img_title