Rahasia Hidup Tenang: Belajar Merasa Cukup ala William B. Irvine

William B. Irvine
William B. Irvine
Sumber :
  • Cuplikan Layar

Jakarta, WISATA - Banyak orang di era modern hidup dalam kelelahan emosional karena merasa tidak pernah cukup. Selalu ada keinginan untuk lebih: lebih sukses, lebih kaya, lebih diakui. Namun, menurut William B. Irvine, seorang filsuf Stoik modern, kunci ketenangan justru bukan dalam mengejar lebih, tetapi dalam belajar merasa cukup.

Orang Stoik Belajar Merasa Cukup, Bukan Terus Merasa Kekurangan

Kalimat ini bukan sekadar kutipan, tapi fondasi dari filosofi hidup yang telah menginspirasi ribuan orang di seluruh dunia. Dalam bukunya A Guide to the Good Life, Irvine menyampaikan bahwa Stoikisme tidak mengajak kita menyangkal keinginan, melainkan mengatur dan memaknai ulang keinginan tersebut. Ketika seseorang bisa merasa cukup, ia membebaskan dirinya dari penderitaan yang disebabkan oleh rasa kekurangan yang tak berujung.

Kepuasan Tidak Datang dari Apa yang Kita Miliki, Tapi dari Bagaimana Kita Memaknainya

Irvine menyebut bahwa rasa cukup tidak datang dari pencapaian materi atau status sosial. Sebaliknya, ia berasal dari kesadaran bahwa kita bisa bahagia dengan apa yang sudah kita punya. Filosofi ini kontras dengan budaya konsumtif dan pencapaian hari ini, di mana seseorang dinilai dari seberapa sibuk, kaya, atau terkenalnya dia.

Latihan Stoik untuk Merasa Cukup

Salah satu latihan mental yang diajarkan Irvine adalah negative visualization. Dengan membayangkan kemungkinan kehilangan hal-hal yang kita miliki sekarang—pekerjaan, kesehatan, bahkan orang yang kita cintai—kita belajar menghargainya lebih dalam. Bukan untuk menakut-nakuti diri, tetapi agar kita tidak menyepelekan keberadaan mereka.