Mansur al-Hallaj: “Tuhan Tidak Jauh. Kitalah yang Sering Menjauh” — Sebuah Renungan Tentang Kedekatan Hati

- Image Creator Grok/Handoko
Pesan “Tuhan tidak jauh. Kitalah yang sering menjauh,” sejatinya adalah ajakan untuk introspeksi. Sudahkah kita menyisihkan waktu untuk berbicara kepada Tuhan? Apakah ibadah kita benar-benar dari hati, atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban?
Kedekatan dengan Tuhan tidak bisa dibeli dengan materi atau pencitraan. Ia tumbuh dalam kejujuran, kepasrahan, dan rasa cinta yang dalam. Oleh karena itu, mendekatkan diri kepada Tuhan berarti mendekatkan diri kepada keikhlasan, kesabaran, dan kebaikan hati.
Menemukan Tuhan di Dalam Diri
Mansur al-Hallaj, dalam banyak pengajarannya, menyiratkan bahwa Tuhan ada dalam segala sesuatu—dan terutama dalam diri manusia itu sendiri. Namun, untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan, manusia harus menyelami dirinya, menundukkan egonya, dan menyingkirkan segala penghalang batin.
Kedekatan dengan Tuhan bukan hasil dari pencarian ke luar, melainkan ke dalam. Ia adalah proses spiritual yang memerlukan kesadaran, bukan hanya ilmu. Ia membutuhkan pengalaman ruhani, bukan sekadar hafalan teks.
Kedekatan yang Menenteramkan
Ketika seseorang merasakan kehadiran Tuhan di dalam hidupnya, maka ketenangan akan menghampiri. Ia tidak lagi cemas berlebihan terhadap masa depan, tidak juga larut dalam kesedihan masa lalu. Sebab ia tahu, Tuhan bersamanya.