Mengenal Chairil Anwar Lewat Puisinya “Aku”

Bapak puisi Indonesia, Chairil Anwar
Sumber :
  • asumsi.co

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang, menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari, berlari

Hingga hilang pedih, perih

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 

Puisi “Aku” dianggap sangat mewakili karakter Chairil yang tidak mau diatur-atur dan hidup sesuai kehendaknya. Melalui puisi tersebut, Chairil mendapatkan julukan “si binatang jalang,” di kalangan teman-temannya. Puisi “Aku” masih sering dibaca di acara lomba-lomba memeringati hari kemerdekaan Indonesia, karena menunjukkan semangat dalam melawan penjajahan.