Indeks Kualitas Udara Jakarta Mencapai Angka 172, "Tidak Sehat" dan Berdampak Serius

Jakarta
Sumber :
  • Pexels

Jakarta, WISATA - Kualitas udara di Kota Jakarta terus menjadi perhatian utama. Pada tanggal 26 Agustus 2023, hasil pemantauan menunjukkan bahwa indeks kualitas udara mencapai angka 172, yang berada dalam kategori "Tidak Sehat". Ini mengartikan bahwa semua orang yang berada di wilayah ini mungkin akan mengalami dampak kesehatan, dan anggota kelompok sensitif dapat mengalami dampak yang lebih serius.

Polutan Utama dan Dampaknya:

1.    PM2.5 (Materi partikulat kurang dari 2,5 mikron): PM2.5 menjadi polutan utama hari ini dengan tingkat 85.88 µg/m3, yang diklasifikasikan sebagai "Tidak Sehat". Partikulat ini sangat kecil dan dapat memasuki sistem pernapasan, menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

2.    CO (Karbon Monoksida): Meskipun tingkat karbon monoksida (CO) mencapai 1130 µg/m3, yang tinggi, namun tetap berada dalam kategori "Baik". Meskipun begitu, tingkat CO yang tinggi dapat memiliki dampak serius pada kesehatan.

3.    NO2 (Nitrogen Dioksida): Tingkat nitrogen dioksida (NO2) juga dalam kategori "Baik" dengan tingkat 42.86 µg/m3, memberikan sedikit keringanan.

4.    O3 (Ozon): Ozon (O3) tetap berada dalam kategori "Baik" dengan tingkat 134.59 µg/m3, menunjukkan tingkat pencemaran yang relatif rendah.

5.    PM10 (Materi partikulat kurang dari 10 mikron): Tingkat PM10 masih dalam kategori "Sedang" dengan tingkat 124.86 µg/m3, yang tetap memerlukan kewaspadaan karena partikulat ini dapat memengaruhi kualitas udara.