Ini Pandangan Elon Musk Manusia Terkaya di Bumi Tentang Kekhawatiran Ancaman Kecerdasan Buatan

Elon Musk
Sumber :
  • Wikipedia

Malang, WISATA- Elon Musk adalah salah satu individu yang paling vokal dan peduli tentang potensi risiko kecerdasan buatan (AI). Ia berulang kali memperingatkan bahwa AI bisa menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia jika tidak dikembangkan dan dikendalikan dengan hati-hati.

Pada tahun 2014, Musk mengatakan bahwa AI bisa "lebih berbahaya daripada nuklir." Ia juga menyebutkan bahwa AI adalah "risiko terbesar yang kita hadapi sebagai peradaban."

Kekhawatiran Musk tentang AI didasarkan pada fakta bahwa AI semakin kuat dan canggih. Ia percaya bahwa AI pada akhirnya bisa lebih pintar daripada manusia, dan bisa menjadi ancaman bagi keberadaan kita jika tidak sejalan dengan nilai-nilai kita.

Pada tahun 2016, Musk menjadi salah satu pendiri OpenAI, sebuah perusahaan riset nirlaba yang berdedikasi untuk memastikan bahwa AI bermanfaat bagi umat manusia. OpenAI telah mengembangkan sejumlah langkah pengamanan untuk mencegah AI menjadi ancaman, seperti "komite keamanan" yang akan mengawasi perkembangan teknologi AI.

Musk juga telah mengajukan kerja sama internasional dalam hal keamanan AI. Ia percaya bahwa kita perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan dan bukan untuk kejahatan.

Berikut adalah beberapa komentar dan pendapat khusus Elon Musk mengenai Superintelegence AI:

  • "Saya pikir AI jauh lebih berbahaya daripada nuklir. Jika ada AI yang sangat jahat, bisa menghapus umat manusia."
  • "AI bisa menjadi akhir dari umat manusia jika kita tidak berhati-hati."
  • "AI adalah risiko mendasar bagi keberadaan peradaban manusia."
  • "Risiko terbesar yang kita hadapi sebagai peradaban adalah kecerdasan buatan."
  • "Kita perlu sangat berhati-hati dengan AI. Jika kita tidak berhati-hati, bisa mengakhiri peradaban seperti yang kita kenal."