Kembalinya Karya Monumental Alexander Calder, Mountains and Clouds di Capitol Hill
- Wall Street Journal
Malang, WISATA – Perjalanan panjang salah satu karya seni paling ikonik di dunia akhirnya menemui titik terang yang membahagiakan para penikmat seni. Patung raksasa bertajuk 'Mountains and Clouds' karya seniman legendaris Alexander Calder selangkah lagi akan kembali utuh menghiasi gedung Capitol Hill di Washington, D.C. Instalasi seni raksasa setinggi 51 kaki yang terbuat dari lembaran aluminium dicat ini sebelumnya sempat terpisah akibat proses evakuasi yang cukup kontroversial demi alasan keamanan struktur bangunan.
Kabar gembira mengenai kembalinya karya monumental ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan serta pencinta seni rupa yang berkunjung ke kawasan gedung senat Amerika Serikat. Berdasarkan laporan dari media terkemuka seperti The New York Times, proses pemasangan ulang saat ini sedang dikebut oleh tim konstruksi profesional di atrium gedung. Kehadiran kembali karya seni bernilai sejarah tinggi ini diprediksi akan mendongkrak daya tarik pariwisata budaya di jantung ibu kota negara Amerika Serikat.
Menelusuri Sejarah dan Makna Mendalam di Balik Mahakarya Terakhir Alexander Calder
Karya seni "Mountains and Clouds" memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah seni rupa dunia karena patung ini merupakan karya terakhir yang digarap oleh Alexander Calder sebelum akhir hayatnya. Pada tahun 1976, desain inovatif ini dipilih secara khusus untuk mengisi atrium sembilan lantai di gedung senat. Keunikan karya ini terletak pada kemampuannya menggabungkan lima elemen gunung berbentuk segitiga dengan empat elemen awan berbentuk lonjong yang melayang sebagai ciri khas mobile sang seniman.
Berdasarkan catatan sejarah dari The New York Times, Alexander Calder bahkan menghabiskan hari terakhir dalam hidupnya di Washington, D.C., untuk mempresentasikan model berskala dari patung tersebut kepada para pejabat kongres. Tragisnya, keesokan paginya sang seniman maestro dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung pada usia 78 tahun. Pihak keluarga dan yayasan kemudian memberikan izin khusus untuk pembuatan anumerta patung ini, yang akhirnya diresmikan secara megah pada tanggal 5 Mei 1987.
Proses Restorasi Megah dan Teknologi Baru untuk Mengembalikan Keindahan Asli Patung