Batik Indonesia Dipadukan Motif Ethiopia dalam Workshop KBRI Addis Ababa
- kemlu.go.id
Addis Ababa, WISATA – Batik Indonesia kembali menjadi sarana diplomasi budaya di Afrika. Kali ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Addis Ababa menggelar Batik Making Workshop di pusat kebudayaan Loka Budaya, Addis Ababa, Ethiopia, pada awal September 2026 lalu.
Program tersebut menggandeng Batik House Indonesia (BHI) dan diikuti sekitar 70 peserta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional industri tekstil, pelaku sektor kreatif hingga masyarakat umum di Ethiopia.
Berbeda dari pameran budaya yang umumnya hanya menghadirkan karya untuk dilihat, workshop ini mengajak peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan batik. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah teknik batik Nusantara sekaligus diberi kesempatan menghasilkan karya mereka sendiri.
Salah satu teknik yang dipraktikkan adalah batik tulis menggunakan canting. Peserta juga mempelajari teknik batik cap dengan pendekatan yang lebih eksperimental, yakni menggabungkan motif tradisional Indonesia dengan unsur atau ikon yang identik dengan Ethiopia.
Proses tersebut membuat kegiatan tidak berhenti pada pengenalan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Peserta juga memahami tahapan pembuatannya secara langsung hingga menghasilkan karya pada media selendang dan sapu tangan.
Kepala Fungsi Sosial Budaya KBRI Addis Ababa, Theresa Septiani, mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan semangat yang ingin dibangun melalui Loka Budaya. Menurutnya, pusat kebudayaan tersebut diharapkan menjadi ruang yang hidup melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan.
“Tujuan kami bukan sekadar memperkenalkan budaya Indonesia kepada sahabat kami di Ethiopia, melainkan untuk membuka ruang dialog yang seimbang, mendengarkan, saling bertukar pikiran, dan menemukan karya bersama,” kata Theresa.
Perpaduan teknik batik Indonesia dengan motif khas Ethiopia menjadi salah satu bentuk nyata dialog tersebut. Karya yang dihasilkan tidak hanya merepresentasikan budaya asal masing-masing, tetapi juga menunjukkan kemungkinan lahirnya identitas baru dari proses kolaborasi.
Bagi KBRI Addis Ababa, diplomasi kebudayaan melalui batik juga dapat berkembang ke ranah yang lebih luas. Pertemuan antara pelaku tekstil dan ekonomi kreatif dari kedua negara berpotensi membuka peluang kerja sama baru.
Melalui kegiatan semacam ini, batik tidak hanya diperkenalkan sebagai kain tradisional Indonesia, tetapi juga sebagai medium interaksi, kreativitas, dan penghubung masyarakat Indonesia dengan dunia internasional.