Pencak Kuntu Mancilan, Warisan Budaya Leluhur yang Terus Lestari dari Pasuruan

Pencak Kutu Mancilan
Sumber :
  • IG/budayaaku

Pasuruan, WISATA – Di tengah perkembangan zaman, Pencak Kuntu Mancilan menjadi salah satu warisan budaya yang sangat berharga dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Seni bela diri tradisional ini tidak hanya mengajarkan kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga menyimpan sejarah panjang, nilai perjuangan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan masyarakat Mancilan.

img_title Fenomena Agnostisisme di Indonesia, Muhammadiyah Perkuat Pemahaman Akidah Islam

Pencak Kuntu Mancilan berkembang di Kampung Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Keberadaannya telah bertahan selama sekitar dua abad. Pemerintah Kota Pasuruan mencatat, perguruan ini didirikan oleh Mbah Hasan Wiroi pada 1817.

Sejarah Pencak Kuntu Mancilan tidak dapat dilepaskan dari sosok Mbah Hasan Wiroi. Selain dikenal sebagai ulama dan pejuang, ia mendirikan padepokan pencak silat untuk menggembleng para pemuda. Pada masa kolonial, kemampuan bela diri tersebut menjadi bagian dari upaya membekali masyarakat menghadapi berbagai ancaman.

img_title Makam Nani Wartabone Direkomendasikan Jadi Cagar Budaya Nasional, Ini Sejarah Perjuangannya!

Nama Kuntu memiliki makna yang berkaitan dengan semangat untuk bangkit dan membangun. Filosofi tersebut membuat pencak ini tidak sekadar dipandang sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter.

Dalam perkembangannya, Pencak Kuntu Mancilan pernah terbagi menjadi dua kelompok, yakni Persatuan Pencak Pusaka Mancilan atau Pencak Timur dan Pencak Untung Suropati Mancilan atau Pencak Barat. Keduanya kemudian kembali bersatu pada 27 Januari 1985 dengan nama Perguruan Pencak Silat Kuntu Mancilan Pasuruan.

img_title Menyeruput Secangkir Oliang, Kopi Hitam Tradisional Thailand yang Kaya Aroma dan Penuh Sejarah

Pencak Kuntu Mancilan memiliki beberapa bentuk pembelajaran, antara lain pencak olahraga, pencak seni, dan tenaga dalam. Pencak olahraga diarahkan untuk pertandingan, sedangkan pencak seni lebih menonjolkan keindahan gerakan dan dapat ditampilkan dengan iringan musik.

Warisan ini juga terus mendapat perhatian dalam upaya pelestarian budaya. Pemerintah Kota Pasuruan pernah memfasilitasi pelatihan Pencak Kuntu Mancilan, sementara kajian akademik terbaru menilai pengenalan kepada generasi muda penting agar seni bela diri tersebut tidak kehilangan penerus.

Hingga kini, Pencak Kuntu Mancilan memiliki sejumlah ranting yang tersebar di Kota dan Kabupaten Pasuruan, bahkan hingga Bali. Para pesilatnya juga terus mengikuti berbagai kejuaraan.

Keberadaan Pencak Kuntu Mancilan membuktikan bahwa warisan budaya tidak selalu berbentuk benda. Gerakan, nilai, sejarah, dan semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi juga merupakan kekayaan budaya yang patut dijaga.

Halaman Selanjutnya
img_title