HUTAN.ID FEST 2026 di Surabaya: Mengenal Hutan Indonesia dari Perspektif yang Lebih Luas.
- IG/hutan.idfest
Surabaya, WISATA – Hutan Indonesia tidak hanya penting sebagai kawasan yang dipenuhi pepohonan. Di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati, sumber pangan, bahan baku berbagai produk, ruang wisata alam, sekaligus ekosistem yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat. Perspektif inilah yang akan diangkat dalam HUTAN.ID FEST 2026 di Surabaya, yang dijadwalkan berlangsung di Mall Tunjungan Plaza 3, Surabaya, pada 11–13 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian #BanggaHutanIndonesia Chapter Jawa-Bali-Nusa Tenggara.
Berbeda dari pameran yang sekadar memperkenalkan produk, festival ini menjadi ruang untuk melihat hutan dari berbagai sisi. Pengunjung dapat mengenal inovasi berbasis hasil hutan, produk hijau yang dikembangkan pelaku usaha lokal, sekaligus mengikuti diskusi mengenai pengelolaan hutan Indonesia.
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah upaya memperkenalkan hasil hutan bukan kayu dan berbagai produk turunannya. Hutan menyediakan jauh lebih banyak daripada kayu. Berbagai tumbuhan dapat dimanfaatkan menjadi pangan, bahan obat, minyak atsiri, bahan kerajinan, kosmetik, hingga produk kreatif bernilai ekonomi.
Pemanfaatan tersebut tentu perlu dilakukan dengan prinsip keberlanjutan. Nilai ekonomi hasil hutan seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem sehingga masyarakat memperoleh manfaat tanpa mengorbankan keberadaan hutan untuk generasi berikutnya.
Pendekatan semacam ini juga pernah diperkenalkan dalam berbagai kegiatan edukasi Hutan Itu.id, yang menunjukkan bahwa hutan memiliki fungsi ekologis, sosial, budaya dan ekonomi. Hutan juga menjadi habitat berbagai satwa dan tumbuhan yang memiliki karakteristik khas di setiap wilayah Indonesia.
HUTAN.ID FEST juga relevan dengan perkembangan wisata berbasis alam. Hutan dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus tempat belajar tentang lingkungan. Aktivitas seperti jelajah hutan, pengamatan burung, pengenalan tumbuhan, wisata edukasi, hingga pengalaman berbasis masyarakat dapat dikembangkan selama tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
Konsep wisata hutan yang baik bukan sekadar membawa wisatawan masuk ke kawasan berhutan. Lebih penting lagi, wisata tersebut harus memberikan pengalaman mengenai bagaimana ekosistem bekerja dan mengapa kawasan hutan perlu dilindungi.
Pesan penting lainnya adalah bahwa konservasi tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Perlindungan hutan mencakup menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi tekanan terhadap ekosistem, mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.