Taman Nasional Manusela Maluku: Pesona Gunung Binaiya dan Kekayaan Alam Pulau Seram
- IG/pendakilawas
Maluku, WISATA – Taman Nasional Manusela merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Maluku yang berada di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah. Kawasan ini menawarkan bentang alam yang sangat beragam, mulai dari pesisir, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah hingga kawasan pegunungan. Perpaduan ekosistem tersebut menjadikan Manusela sebagai rumah bagi beragam flora dan fauna khas Maluku.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), luas Taman Nasional Manusela saat ini tercatat sekitar 174.546 hektare. Kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebelum ditetapkan sebagai taman nasional. Manusela kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 281/Kpts-VI/1997 pada 23 Mei 1997.
Salah satu daya tarik utama taman nasional ini adalah Gunung Binaiya. Dengan ketinggian sekitar 3.027 meter di atas permukaan laut, Binaiya menjadi titik tertinggi di kawasan Manusela sekaligus salah satu tujuan penting bagi pencinta kegiatan pendakian dan petualangan alam. Lanskap pegunungan di kawasan ini berpadu dengan hutan tropis yang masih menyimpan kekayaan hayati.
Keanekaragaman hayati menjadi alasan lain mengapa Manusela memiliki nilai konservasi tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa khas Wallacea, termasuk kakatua seram, kuskus, rusa, kasuari, nuri dan berbagai jenis burung. Salah satu satwa yang mendapat perhatian konservasi adalah kalong Seram (Pteropus ocularis), spesies yang diketahui endemik Pulau Seram dan Pulau Buru.
Tidak hanya satwa, vegetasi Manusela juga sangat beragam. Jenis tumbuhan yang dapat ditemukan antara lain bakau, cemara laut, kayu putih, pulai, meranti, agatis dan kenari. Keberadaan berbagai tipe ekosistem membuat kawasan ini penting sebagai tempat perlindungan keanekaragaman genetik sekaligus mendukung penelitian dan pendidikan lingkungan.
Bagi wisatawan yang menyukai eksplorasi alam, Manusela menawarkan berbagai aktivitas. Pengunjung dapat menjelajahi hutan, melakukan pengamatan burung dan satwa, menikmati lanskap pegunungan, hingga mengunjungi kawasan yang memiliki potensi wisata alam. Situs resmi pariwisata Indonesia juga menyebut sungai, air terjun, padang rumput dan kehidupan masyarakat setempat sebagai bagian dari daya tarik kawasan ini.
Sejumlah lokasi di kawasan Manusela juga dikenal potensial untuk pengamatan satwa dan kegiatan alam, seperti Pasahari untuk mengamati rusa dan burung serta Pilana untuk pengamatan kupu-kupu dan penjelajahan hutan. Karena sebagian besar kawasan merupakan habitat alami, aktivitas wisata perlu dilakukan dengan memperhatikan aturan konservasi dan arahan pengelola.