Universitas Ma Chung Raih Penghargaan, Dukung Pelestarian Budaya Bantengan Nuswantara

Penerima Penghargaan Bantengan Nuswantara
Sumber :
  • machung.ac.id

Malang, WISATA – Kesenian Bantengan Nuswantara kembali mendapat perhatian melalui kolaborasi antara komunitas budaya, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi kreatif. Upaya tersebut salah satunya dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ma Chung yang memperoleh penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian seni tradisi Bantengan Nuswantara.

img_title Universitas Ma Chung dan Pokdarwis Kajoetangan Heritage Kolaborasi Kembangkan Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Penghargaan diberikan pada Selasa malam, 29 Juli 2026, di Anjani Batik Galeri, Bumiaji, Kota Batu. Momen tersebut menjadi bagian dari peringatan 18 tahun perjalanan Bantengan Nuswantara dalam mempertahankan keberadaan seni tradisional yang telah melekat dengan identitas Malang Raya. Penghargaan diterima tim PkM yang dipimpin Amar Ma’ruf Stya Bakti, dosen Program Studi Visual Communication Design, Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ma Chung. Apresiasi tersebut diberikan atas pendampingan yang dilakukan selama dua tahun bersama Anjani Batik Galeri.

Kolaborasi ini menarik karena pelestarian budaya tidak dilakukan hanya melalui pertunjukan seni. Tim akademisi turut menggunakan pendekatan desain komunikasi visual, edukasi, dan inovasi kreatif untuk memperkenalkan nilai serta filosofi Bantengan kepada masyarakat dengan cara yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

img_title Pagelaran Wayang Topeng Malangan Asmarandhana di Taman Krida Budaya, Kisah Cinta Panji Dikemas Kontemporer

Anjani Batik Galeri menjadi mitra karena memiliki perhatian terhadap pengembangan batik dengan inspirasi budaya Nusantara. Salah satu yang dikembangkan adalah motif yang mengambil unsur kesenian Bantengan. Melalui kerja sama tersebut, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pelatihan, pengembangan produk, pendampingan promosi, hingga penguatan konsep wisata edukasi budaya.

Program tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat, pelaku UMKM, mahasiswa, dan komunitas seni. Dengan demikian, budaya tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata.

img_title Filosofi Jawa Jadi Inspirasi Tata Kelola UMKM di Kampoeng Heritage Kayutangan Malang

Pemberian penghargaan berlangsung dalam suasana peringatan 18 tahun Bantengan Nuswantara. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, perwakilan Dinas Pariwisata, pemerhati budaya, akademisi, komunitas seni, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung perkembangan budaya daerah.

Bantengan sendiri telah berkembang lebih jauh dari sekadar seni pertunjukan rakyat. Bagi masyarakat Malang Raya, kesenian ini memiliki dimensi sejarah, sosial, spiritual, hingga ekonomi kreatif. Karena itu, keberlanjutannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Halaman Selanjutnya
img_title