Wisata Unik Penang: Menelusuri Jejak Kuil Ular yang Penuh Misteri
- worldtravelfamily.com
Malang, WISATA – Jelajahi wisata unique Penang di Kuil Ular Bayan Lepas, tempat ribuan ular pit viper hidup berdampingan secara damai dengan para peziarah.
Penang selalu punya cara tersendiri untuk memikat hati para pelancong dunia. Di tengah deretan bangunan bersejarah dan kelezatan kuliner lokalnya, terdapat sebuah destinasi wisata unik yang menawarkan sensasi tak biasa. Tempat tersebut adalah Kuil Ular Penang, atau yang dikenal juga dengan nama Temple of the Azure Clouds, sebuah tempat ibadah sekaligus suaka bagi reptil berbisa di kawasan Bayan Lepas.
Warisan Keharmonisan antara Manusia, Kepercayaan dan Alam
Dibangun pada tahun 1805, situs bersejarah ini didedikasikan untuk menghormati Chor Soo Kong, seorang biksu Buddha legendaris dari Dinasti Song. Semasa hidupnya di Fujian, Tiongkok, sang biksu terkenal dengan keahlian medisnya yang dermawan serta kasih sayangnya yang mendalam terhadap satwa. Konon, tanah kuil ini hibahkan oleh David Brown, seorang tuan tanah kaya, sebagai bentuk rasa syukur setelah sembuh dari penyakit berat berkat doa sang biksu.
Daya tarik utama yang membuat pengunjung terpana adalah keberadaan ular jenis Wagler’s pit viper atau temple viper yang berkeliaran bebas di dalam area kuil. Reptil-reptil ini terlihat tenang beristirahat di altar, patung, hingga dahan kayu di sekitar pelataran. Asap dupa yang membumbung tebal di udara diyakini membuat ular-ular yang bersifat nocturnal ini tetap tenang dan pasif sepanjang hari. Untuk menjaga keamanan pengunjung, pengelola kuil juga secara rutin melakukan penanganan khusus pada bisa ular tersebut.
Oase Spiritual dengan Pengalaman Unik yang Memikat
Selain menyaksikan keunikan para ular, pengunjung juga bisa menjumpai dua sumur bata kuno bernama Dragon Eye Wells. Sumur ini dipercayai melambangkan mata naga yang turun saat kuil disucikan. Bagi Anda yang menyukai tantangan, kuil ini menyediakan ruangan khusus di mana pengunjung dapat berfoto bersama ular piton besar di bawah pengawasan pengelola.
Setiap perayaan Imlek, kuil ini menjadi pusat perhatian lewat upacara Chneah Hoay, yaitu tradisi mengamati nyala api untuk memprediksi kondisi ekonomi sepanjang tahun. Di sekitar area luar, terdapat pula kebun kecil yang ditumbuhi buah lokal seperti mulberry dan sawo (chikhu), serta deretan toko suvenir dan kedai makanan.