Festival Tari Dug Dug Der Semarang, Meriahkan HUT RI Sekaligus Lestarikan Budaya

Pagelaran Tari Dug Dug Der
Sumber :
  • IG/dp3a_kotasemarang

Semarang, WISATA – Semarang kembali menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan merayakan kesenian daerah melalui Festival Tari Dug Dug Der Semarang. Festival tari tersebut digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di sepanjang Jalan Pemuda, mulai kawasan Paragon hingga Lawang Sewu.

img_title Indonesian Cultural Day 2026 di Warsawa Hadirkan Gamelan hingga Kuliner Nusantara

Festival ini menarik karena tidak hanya menempatkan tari sebagai pertunjukan di atas panggung. Pemerintah Kota Semarang mengajak berbagai unsur masyarakat untuk ikut terlibat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, kecamatan, kelurahan, pelajar, sanggar seni, komunitas hingga asosiasi. Dengan pola tersebut, tari menjadi media perjumpaan masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan kesenian lokal kepada generasi muda.

Sebelum festival berlangsung, peserta mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian persiapan, termasuk workshop tari. Pelatihan tersebut menjadi bagian penting karena Festival Tari Dug Dug Der tidak hanya mengejar kemeriahan acara, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari gerakan dan mengenal lebih dekat kesenian yang dibawakan.

img_title Budaya Indonesia Meriahkan Bazar Komunitas di Kolombia, Ada Tari dan Kuliner Nusantara

Workshop juga menunjukkan adanya upaya untuk membuat kesenian tradisional lebih mudah dipelajari oleh masyarakat luas. Peserta festival berasal dari beragam kelompok dengan jumlah anggota setiap tim berkisar lima hingga 20 orang. Kehadiran pelajar dan komunitas seni membuat kegiatan ini sekaligus menjadi ruang regenerasi pelaku budaya.

Menariknya, kegiatan tersebut memiliki konsep “Nari Bareng”, sehingga semangat yang dibangun bukan sekadar kompetisi antarpeserta. Masyarakat diajak bergerak bersama melalui sebuah kesenian yang dapat dinikmati secara kolektif. Konsep seperti ini membuat tari tidak terasa sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat kota.

img_title Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026 Meriahkan Semarang, 38 Provinsi Tampilkan Budaya Nusantara

Festival juga menyediakan penghargaan bagi penampil terbaik. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp7,5 juta, juara kedua Rp6,5 juta, dan juara ketiga Rp5,5 juta, disertai trofi serta sertifikat. Adanya apresiasi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menghargai proses latihan yang telah dilakukan.

Dari sisi budaya, Festival Tari Dug Dug Der Semarang memperlihatkan bahwa pelestarian kesenian tidak selalu harus dilakukan melalui pertunjukan formal. Mengajak pelajar, komunitas, aparatur pemerintahan, sanggar, dan masyarakat untuk belajar serta menari bersama merupakan cara lain agar kesenian tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Halaman Selanjutnya
img_title