Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026: Menjaga Budaya, dan Pengetahuan Leluhur

Hari Masyarakat Adat Sedunia
Sumber :
  • IG/hutansosial

Jakarta, WISATA – Setiap 9 Agustus diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Sedunia atau International Day of the World's Indigenous Peoples. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak masyarakat adat sekaligus menghargai budaya, tradisi, pengetahuan, dan kontribusi mereka terhadap kehidupan manusia serta kelestarian lingkungan.

img_title Pencak Kuntu Mancilan, Warisan Budaya Leluhur yang Terus Lestari dari Pasuruan

Hari Masyarakat Adat Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1994 melalui Resolusi A/RES/49/214. Pemilihan tanggal 9 Agustus berkaitan dengan pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB untuk Masyarakat Adat yang berlangsung di Jenewa pada 1982.

Menurut PBB, terdapat sekitar 476 juta masyarakat adat yang tinggal di sekitar 90 negara. Mereka mencakup kurang dari 5 persen populasi dunia, tetapi menyumbang sekitar 15 persen dari kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi sangat miskin. Masyarakat adat juga memiliki ribuan kebudayaan dan bahasa yang menjadi bagian penting dari keragaman dunia.

img_title Makna Kembang Setaman dalam Tradisi Jawa, Simbol Keharuman Leluhur dan Warisan Spiritual

Peringatan ini tidak hanya berbicara tentang pelestarian kesenian, pakaian tradisional, rumah adat, atau upacara budaya. Lebih jauh, Hari Masyarakat Adat Sedunia menyoroti hak masyarakat adat atas identitas, wilayah, tanah tradisional, sumber daya alam, serta hak untuk mempertahankan cara hidup dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengetahuan masyarakat adat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. PBB dan UNEP mencatat bahwa wilayah masyarakat adat mencakup bagian besar daratan dunia dan banyak di antaranya berada di kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Pengetahuan tradisional mereka karena itu menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

img_title Menikmati Keindahan Alam dan Budaya Autentik di Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta yang Mendunia

Pada Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026, PBB mengangkat tema “Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being”. Tema tersebut menyoroti peran dukun beranak atau tenaga kebidanan adat sebagai penjaga pengetahuan kesehatan tradisional sekaligus bagian dari keberlanjutan identitas dan kehidupan masyarakat adat.

Di Indonesia, peringatan ini menjadi pengingat bahwa keberagaman masyarakat adat merupakan bagian penting dari kekayaan bangsa. Melindungi hak, budaya, bahasa, pengetahuan tradisional, dan lingkungan tempat mereka hidup bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga menjaga warisan berharga untuk generasi mendatang.

Halaman Selanjutnya
img_title