Petugas Bea Cukai Amerika: Rahasia Pemeriksaan Bagasi Bandara
- explore.com
Malang, WISATA – Mengetahui hal yang dicari petugas bea cukai di bandara Amerika Serikat membantu perjalanan luar negeri Anda makin lancar dan bebas dari kendala denda!
Menjalani penerbangan internasional lintas benua yang panjang dan melelahkan sering kali membuat tubuh loyo. Saat kaki akhirnya melangkah keluar dari pintu pesawat, satu-satunya hal yang diimpikan adalah segera merebahkan badan di kasur hotel yang empuk. Namun, sebelum bisa menghirup udara segar di negara tujuan, ada satu benteng pertahanan yang wajib dilewati setiap pelancong: area imigrasi dan pemeriksaan bea cukai.
Bagi traveler yang sering bepergian ke Negeri Paman Sam, keberadaan fasilitas seperti Global Entry atau Mobile Passport Control memang sangat membantu mempercepat antrean pemeriksaan. Namun, program canggih tersebut tidak serta-merta membuat penumpang lolos begitu saja dari pemeriksaan acak yang dilakukan oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP). Petugas yang bertugas di garda terdepan ini dilatih secara khusus untuk menjaga keamanan nasional. Mengetahui apa saja yang menjadi fokus pengawasan mereka di airport akan membuat pengalaman pendaratan Anda jauh lebih santai tanpa drama yang merusak suasana liburan.
Intipan Isi Koper dan Barang Bawaan Terlarang
Bukan rahasia lagi jika petugas bea cukai berfokus menangkal penyelundupan barang terlarang seperti narkotika maupun barang ilegal lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa jangkauan pengawasan mereka sebenarnya jauh lebih luas dan mendetail hingga ke urusan perut? Berdasarkan informasi resmi dari pihak CBP yang dikutip media pariwisata internasional Travel + Leisure, pemeriksaan bagasi dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko hayati pertanian, uang tunai yang tidak dilaporkan, hingga produk palsu yang melanggar hukum.
Banyak pelancong yang terkecoh dengan aturan bawaan makanan. Mengetik oleh-oleh berupa kue kering, cokelat, mentega atau keju secara umum memang diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat. Akan tetapi, begitu produk tersebut mengandung olahan daging—seperti bumbu kuah instan, kaldu blok, hingga hidangan olahan daging kering—pintu masuk akan langsung tertutup rapat.
Hal yang sama berlaku untuk buah segar, sayuran dan tanaman hidup. Mengapa demikian? Pihak otoritas sangat mewaspadai masuknya hama dan penyakit asing yang berpotensi merusak ekosistem pertanian lokal. Bahkan beras kering pun sangat tidak disarankan karena kerap membawa serangga invasif. Selain itu, Anda yang gemar membawa oleh-oleh unik hasil hunting di pasar antik luar negeri, seperti fosil atau benda bersejarah, wajib melengkapinya dengan dokumen ekspor resmi. Jika Anda membawa piala hasil berburu hewan, prosedurnya jauh lebih rumit karena hanya ada 14 pelabuhan masuk khusus yang diizinkan oleh U.S. Fish and Wildlife Service.