Bukan Generasi Stroberi, UNDIP Ajak 16.267 Mahasiswa Baru Jadi Generasi TEMCY yang Tangguh
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA - Muladi Dome, Kampus Tembalang, Universitas Diponegoro (UNDIP), berubah menjadi lautan toga dan seragam almamater baru pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ribuan wajah baru dari berbagai penjuru negeri berkumpul dalam Sidang Terbuka Senat Akademik sekaligus Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, sebuah rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Agustus 2026. Di balik euforia menjadi bagian dari kampus baru, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan pihak rektorat kepada para Diponegoro Muda ini.
Bukan Generasi Stroberi, Melainkan Generasi TEMCY
Dalam sambutannya, Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjadi generasi Complete, singkatan dari Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator. Konsep ini merujuk pada sosok yang cerdas secara akademik, tangguh, kreatif, peduli, bermartabat, sekaligus bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Yang menarik, Prof. Suharnomo turut menyinggung label yang kerap disematkan pada generasi muda saat ini. “Orang menyebut generasi sekarang adalah generasi stroberi yang rapuh, tapi tidak dengan generasi TEMCY, yang cerdas secara kognitif, tangguh, open mind, extroversion, openness, stress tolerance yang tinggi, patuh norma agama, peraturan kampus dan pemerintah,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari rilis resmi Komunikasi Publik UNDIP.
Ia melanjutkan bahwa kunci sukses seorang mahasiswa terletak pada kemampuan memprioritaskan hal-hal penting, mengasah kompetensi diri, soft skill, jiwa kepemimpinan, inisiatif, serta inovasi. Tak kalah penting, Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa peduli terhadap sesama melalui aktivitas nyata yang membawa manfaat, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Deretan Prestasi yang Menjadi Bekal Kebanggaan
Sebagai bentuk motivasi bagi para mahasiswa baru, Prof. Suharnomo turut memaparkan reputasi UNDIP di kancah nasional maupun internasional. Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, UNDIP berhasil menduduki peringkat ke-2 nasional sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menempati posisi ke-23 dunia, sebuah pencapaian yang menegaskan komitmen kampus pada isu lingkungan.
Komitmen tersebut juga tampak nyata dari berbagai pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan, mulai dari Twin Tower Pleburan, Tower Tembalang, Taman Rumah Kita, Diponegoro Edupark, hingga lintasan lari Stadion UNDIP. Di sisi lingkungan, program UNDIP Zerowaste disebut-sebut sebagai salah satu pengelolaan sampah terbaik di Indonesia. Kampus ini bahkan telah membangun 13 unit water treatment atau mesin desalinasi yang tersebar di sepanjang Pantai Utara Jawa, meliputi Brebes, Pekalongan, Pemalang, Semarang, Demak, Pati, hingga Rembang, serta mengirimkan mesin penjernih air ke Sumatera Barat. UNDIP juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengolah air laut menjadi air siap minum bagi Lapas Nusakambangan, Cilacap.