Oleh-Oleh Khas Borobudur Legondo Bu Suad, Jajanan Tradisional Ketan Isi Pisang
- IG/legondo_bu_suad
Magelang, WISATA – Berkunjung ke Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya jika tidak membawa pulang oleh-oleh khas daerah. Selain kuliner yang sudah populer, ada satu jajanan tradisional yang unik dan semakin dikenal wisatawan, yaitu Legondo. Dan salah satu tempat yang menyediakan jajanan ini adalah Legondo Bu Suad.
Legondo merupakan makanan berbahan dasar beras ketan yang diberi isian pisang, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan diikat dengan tiga iratan bambu. Adonan ketan yang lembut berpadu dengan rasa manis pisang menghasilkan cita rasa sederhana, tetapi legit dan gurih. Keunikan penyajiannya membuat makanan ini berbeda dari jajanan ketan pada umumnya.
Legondo Bu Suad berawal dari resep keluarga Suad Albaroroh yang dahulu hanya dibuat untuk suguhan keluarga dan tamu, terutama ketika Hari Raya Idul Fitri. Resep tersebut kemudian diteruskan dan dikembangkan hingga menjadi produk kuliner yang dapat dipesan sebagai oleh-oleh maupun hidangan untuk berbagai acara.
Menariknya, tiga ikatan bambu pada Legondo bukan sekadar cara untuk menjaga bungkus tetap rapat. Menurut pengelola, tiga ikatan tersebut memiliki filosofi tentang hubungan manusia dengan Tuhan, Nabi atau Rasul, serta sesama manusia. Makna inilah yang membuat Legondo tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki cerita budaya yang menyertainya.
Nama Legondo sendiri kemudian dimaknai sebagai “Lego Ning Kondo”, yang menggambarkan perasaan lega ketika seseorang berkumpul, berbincang, dan melepas rindu bersama keluarga. Makna tersebut berkaitan dengan sejarah Legondo yang dahulu identik dengan momen berkumpul saat Lebaran. Kini, makanan ini juga hadir dalam berbagai acara seperti pernikahan, mitoni, sunatan, dan kegiatan masyarakat.
Sebagai makanan basah tanpa bahan pengawet, Legondo memiliki masa simpan terbatas. Di suhu ruang, makanan ini bertahan sekitar dua hari, sedangkan penyimpanan dalam kulkas dapat memperpanjang masa simpannya hingga empat hari. Jika dibekukan, daya simpannya dapat mencapai sekitar dua minggu.
Legondo Bu Suad tercatat sebagai produk UMKM Desa Wisata Borobudur. Wisatawan yang ingin membawanya pulang sebagai buah tangan sebaiknya melakukan pemesanan terlebih dahulu karena produksinya dilakukan berdasarkan pesanan.