Candi Sanggrahan: Candi Buddha dengan Arsitektur Unik yang Kini Berstatus Cagar Budaya Tulungagung
- IG/disbudparjatimprov
Tulungagung, WISATA – Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terdapat sebuah peninggalan sejarah yang menyimpan jejak perkembangan agama Buddha pada masa klasik Nusantara, yaitu Candi Sanggrahan. Berlokasi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, candi ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik bagi pencinta budaya, arkeologi, maupun wisata edukasi. Selain menawarkan nilai historis yang tinggi, Candi Sanggrahan juga memperlihatkan keunikan arsitektur yang berbeda dari kebanyakan candi di Jawa Timur.
Candi Sanggrahan dibangun menggunakan batu andesit dengan bagian inti atau isian berupa susunan bata. Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 12,6 meter dengan lebar mencapai 9,06 meter serta menghadap ke arah barat. Meskipun telah berusia ratusan tahun, struktur utamanya masih berdiri cukup baik sehingga pengunjung masih dapat mengamati detail konstruksi khas masa klasik yang menunjukkan kemampuan teknologi bangunan pada zamannya.
Keberadaan sejumlah arca bercorak Buddha yang ditemukan di kawasan candi menjadi petunjuk kuat bahwa Candi Sanggrahan dibangun sebagai tempat ibadah umat Buddha. Para arkeolog menilai ikonografi arca-arca tersebut memiliki karakteristik Buddhis yang berkembang pada masa Kerajaan Singhasari hingga Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Tulungagung pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan kebudayaan dan keagamaan Buddha di Jawa Timur.
Salah satu keistimewaan Candi Sanggrahan terletak pada tata ruang kompleksnya. Bangunan utama dikelilingi oleh pagar candi, sementara di bagian belakang ditemukan sisa-sisa struktur yang diduga merupakan bangunan bale. Dalam kajian etnoarkeologi, keberadaan bale ini memiliki kemiripan dengan bangunan-bangunan pendukung yang masih dapat dijumpai di kompleks pura di Bali. Bangunan tersebut diyakini berfungsi sebagai tempat beristirahat atau berkumpul bagi para peziarah dan umat yang tengah menjalankan ritual keagamaan.
Pola penataan ruang seperti ini menunjukkan bahwa fungsi Candi Sanggrahan tidak hanya sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keagamaan yang mampu menampung para pengunjung. Dengan demikian, kompleks candi ini memberikan gambaran mengenai bagaimana kehidupan religius masyarakat pada masa lampau berlangsung secara teratur dan terorganisasi.
Kini, Candi Sanggrahan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang mudah dijangkau dari pusat Kota Tulungagung. Suasana lingkungan yang tenang membuat wisatawan dapat menikmati pengalaman menjelajahi situs budaya sambil mempelajari sejarah perkembangan agama Buddha di Jawa Timur. Keberadaan papan informasi di kawasan candi juga membantu pengunjung memahami latar belakang sejarah serta nilai penting situs tersebut.