Banyuurip Mangrove Center, Wisata Edukasi Hutan Mangrove dan Habitat Burung Bangau di Ujungpangkah, Gresik

Banyuurip Mangrove Center (BMC)
Sumber :
  • IG/gresiktourism

Gresik, WISATA – Banyuurip Mangrove Center atau yang lebih dikenal dengan singkatan BMC merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Gresik yang memadukan rekreasi, edukasi, dan konservasi lingkungan. Berlokasi di Dusun Banyulegi, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, kawasan ini menawarkan pengalaman menyusuri hutan mangrove yang masih alami sekaligus mengenal pentingnya ekosistem pesisir bagi kehidupan masyarakat dan satwa liar.

img_title Belitung Culinary Adventure, Cara Baru Menjelajah Belitung Lewat Rasa, Tradisi, dan Alam Mangrove

Daya tarik utama Banyuurip Mangrove Center adalah hamparan hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang muara sungai menuju pesisir Laut Jawa. Pengunjung dapat berjalan di jalur tracking yang membelah kawasan mangrove sambil menikmati udara segar, rindangnya pepohonan bakau, serta panorama perairan yang tenang. Di beberapa titik tersedia gazebo yang menjadi tempat ideal untuk bersantai maupun menikmati pemandangan alam.

BMC juga dikenal sebagai habitat berbagai jenis burung air, termasuk burung bangau yang kerap terlihat bertengger di pepohonan mangrove atau terbang berkelompok saat pagi dan sore hari. Keberadaan burung-burung tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove di kawasan ini masih terjaga dengan baik. Selain bangau, wisatawan juga berkesempatan mengamati berbagai biota pesisir seperti kepiting, ikan, kerang, dan satwa lain yang hidup di kawasan bakau.

img_title Sayur Sehat Pak Min: Agrowisata Petik Sayur Organik di Getasan Semarang

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Banyuurip Mangrove Center juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Di area ini terdapat pusat pembibitan mangrove yang dimanfaatkan sebagai sarana konservasi sekaligus lokasi penelitian bagi mahasiswa, akademisi, dan pemerhati lingkungan. Sedikitnya 17 jenis mangrove tumbuh di kawasan ini, menjadikannya laboratorium alam yang menarik untuk mempelajari fungsi hutan mangrove dalam mencegah abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat berbagai satwa.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda, tersedia berbagai aktivitas menarik seperti susur sungai menggunakan perahu, menanam bibit mangrove, mengikuti edukasi konservasi, hingga mengenal produk-produk olahan khas masyarakat setempat seperti sirup mangrove, kopi mangrove, teh mangrove, serta aneka olahan kerang hijau. Kehadiran wisata berbasis masyarakat ini turut meningkatkan perekonomian warga Desa Banyuurip melalui pengelolaan desa wisata dan usaha mikro lokal.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title SIER Mangrove Eco Run 2026 Angkat Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai Destinasi Ekowisata Olahraga dan Edukasi Lingkung