SIER Mangrove Eco Run 2026 Angkat Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai Destinasi Ekowisata Olahraga dan Edukasi Lingkung
- IG/mangroveecorun
Surabaya, WISATA – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi ekowisata yang memadukan olahraga, rekreasi, dan edukasi lingkungan. Melalui penyelenggaraan SIER Mangrove Eco Run 3.0, Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga mengenal lebih dekat pentingnya menjaga ekosistem mangrove.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya ini diikuti sekitar 2.000 peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap konsep wisata alam yang dipadukan dengan aktivitas olahraga.
Daya tarik utama tahun ini adalah hadirnya kategori Trail Run 5K, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya. Berbeda dengan lomba lari di jalan raya, peserta diajak menjelajahi lintasan alami yang melewati pematang tambak, jalur tanah, hingga kawasan hutan mangrove. Pengalaman tersebut menghadirkan sensasi berlari yang lebih dekat dengan alam sekaligus memberikan kesempatan menikmati keindahan ekosistem pesisir dari sudut pandang yang berbeda.
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa kategori baru tersebut mendapat sambutan luar biasa. Lebih dari 500 pelari langsung memilih mengikuti Trail Run 5K. Menurutnya, antusiasme ini menjadi bukti bahwa masyarakat mulai tertarik pada konsep olahraga yang berpadu dengan pelestarian lingkungan.
Selain menyehatkan tubuh, lintasan yang melewati kawasan mangrove juga memberikan pengalaman edukatif. Peserta dapat menyaksikan secara langsung fungsi hutan mangrove sebagai pelindung wilayah pesisir dari abrasi, habitat berbagai jenis satwa, sekaligus penyerap karbon yang berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan demikian, kegiatan olahraga menjadi media efektif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Tak hanya menghadirkan ajang lari, acara ini juga diramaikan dengan festival riset yang menampilkan 78 inovasi karya peneliti dari perguruan tinggi, sekolah, hingga komunitas lingkungan. Berbagai hasil penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendukung konservasi mangrove, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.