Hari Jadi ke-201 Wonosobo 2026, Tradisi Pengambilan Air Suci dan Bedhol Kedhaton Perkuat Warisan Budaya Daerah
- IG/ppid.disparbudwonosobo
Wonosobo, WISATA – Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo pada tahun 2026 kembali diwarnai dengan pelaksanaan tradisi budaya yang sarat makna. Salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan tersebut adalah prosesi Pengambilan Air Suci dan Bedhol Kedhaton yang berlangsung di Tuk Sampang, Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Kamis (23/7). Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Prosesi dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah yang turut mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Pengambilan air suci di Tuk Sampang memiliki arti yang sangat istimewa karena menjadi penutup dari prosesi pengambilan air dari tujuh mata air yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo. Dalam tradisi masyarakat setempat, air merupakan lambang kehidupan, kemurnian, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Air suci yang dikumpulkan menjadi simbol doa bersama agar masyarakat Wonosobo senantiasa memperoleh keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Setelah prosesi pengambilan air selesai, acara dilanjutkan dengan Bedhol Kedhaton. Tradisi ini berupa pemindahan simbolis perlengkapan kedhaton yang melambangkan kesinambungan pemerintahan, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah membentuk identitas Kabupaten Wonosobo selama lebih dari dua abad.
Nuansa adat yang kental terlihat sepanjang pelaksanaan prosesi. Busana tradisional, tata upacara, hingga iringan doa menciptakan suasana sakral yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap tradisi ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Melalui pelestarian ritual adat seperti Pengambilan Air Suci dan Bedhol Kedhaton, generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya, memperkuat rasa persatuan, serta berperan aktif menjaga kearifan lokal agar tetap lestari dan menjadi daya tarik budaya maupun wisata Kabupaten Wonosobo di masa mendatang.