Menelusuri Jejak Kejayaan Pusat Kadipaten Kuno: Menyusuri Pesona Historis dan Magis Budaya di Kota Lama Banyumas

Kota Lama Banyumas
Sumber :
  • jasirah.id

Banyumas, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang menyukai penjelajahan waktu menuju masa lalu, Jawa Tengah selalu punya sudut-sudut klasik yang menyimpan kenangan manis peradaban Nusantara. Jika selama ini ingatan kita mengenai destinasi kota tua di Jawa Tengah selalu tertuju pada Kota Lama Semarang atau kawasan Solo Balapan, maka saatnya Anda memperluas horison petualangan menuju sisi barat daya. Di sana, tepatnya di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, terdapat sebuah kawasan bersejarah yang sangat otentik dan anggun bernama Kota Lama Banyumas. Berpusat di sekitar Alun-Alun Banyumas yang teduh, kawasan ini dahulunya merupakan jantung pusat pemerintahan resmi dari Kadipaten Banyumas sebelum akhirnya ibu kota kabupaten dipindahkan secara resmi ke Purwokerto pada tahun 1937 silam.

img_title Gudeg Batas Kota, Sensasi Makan Malam hingga Dini Hari ala Kota Gudeg Yogyakarta

Menyusuri jalanan di sekitar alun-alun ini akan membawa Anda merasakan atmosfer kehidupan era kadipaten klasik yang sangat tenang dan bersahaja. Pemandangan lanskap tata kota kuno khas Jawa masih dipertahankan dengan sangat rapi, di mana pohon-pohon beringin tua yang rindang berdiri gagah di tengah alun-alun sebagai simbol pengayoman pemimpin terhadap rakyatnya. Deretan bangunan cagar budaya berarsitektur gabungan kolonial Belanda dan rumah panggung kayu khas Jawa tegak mengelilingi kawasan ini, mengajak para pejalan untuk larut dalam hembusan angin nostalgia sejarah.

Keagungan Pendopo Si Panji dan Pesona Kuno Masjid Nur Sulaiman

img_title Menyingkap Tabir Gerbang Keraton Kuno: Pesona Anggun dan Jejak Sejarah Benteng Kaloran di Pasar Pagi Kota Tegal

Titik awal eksplorasi budaya di kawasan Kota Lama Banyumas di Jalan Mruyung ini tentu saja berpusat pada kompleks Pendopo Duplikat Si Panji. Bangunan pendopo panggung kayu beratap joglo yang masif ini merupakan replika sempurna dari pendopo asli Kadipaten Banyumas yang sangat bersejarah. Tidak jauh dari kompleks pendopo, mata Anda akan ditakjubkan oleh keberadaan Masjid Nur Sulaiman, sebuah peninggalan arsitektur Islam kuno yang dicatat mulai dibangun sejak tahun 1725. Masjid beratap tumpang ini memiliki dinding kayu jati yang kokoh dan belum pernah dibongkar struktur utamanya, menjadikannya sebagai salah satu masjid tertua yang masih aktif digunakan sebagai pusat ibadah warga setempat hingga hari ini.

Bagi para pencinta karya seni tradisional, menyambangi Museum Wayang Banyumas yang terletak di dalam kompleks kawasan cagar budaya ini adalah sebuah keharusan. Museum khusus ini menyimpan ratusan koleksi instrumen pewayangan khas lokal Banyumasan, seperti wayang kulit gagrak Banyumasan, wayang golek kayu, hingga berbagai benda pusaka keris kuno milik para bangsawan terdahulu. Setiap sudut ruangan museum memancarkan keagungan karya seni tinggi yang memperlihatkan betapa tingginya peradaban sastra dan teater tradisi yang pernah berkembang pesat di bumi Banyumas pada abad ke-18.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Menyingkap Pesona Ratusan Bayangan Kuno: Menjelajahi Kedalaman Sejarah Nusantara di Museum Wayang Banyumas